PENGARUH INTERVENSI KEBERSYUKURAN TERHADAP KESEJAHTERAAN PENYANDANG DISABILITAS FISIK
wahyu dewanto, Prof. Dr. Sofia Retnowati
2014 | Tesis | S2 Magister Profesi PsikologiPenyandang disabilitas fisik mengalami kekecewaan, kesedihan, kemarahan, malu, keputusasaan, perasaan tidak berguna, dan penolakan terhadap kondisi fisiknya. Hal itu berdampak pada kehilangan fungsi, peran, dan citra dirinya. Emosi dan pikiran negatif serta ketidakberdayaan tersebut dapat menurunkan kesejahteraan. Intervensi kebersyukuran dapat menjadi terapi untuk meningkatkan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh intervensi kebersyukuran terhadap kesejahteraan penyandang disabilitas fisik. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok penyandang disabilitas fisik yaitu kelompok eksperimen berjumlah 8 orang dan kelompok kontrol berjumlah 5 orang. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pengukuran sebelum dan setelah perlakukan pada subjek. Kelompok kontrol sebagai daftar tunggu. Kesejahteraan diukur menggunakan skala pengalaman positif negatif (SPANE), kesejahteraan psikologis (PWS), dan pikiran positif (PTS). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan kesejahteraan penyandang disabilitas fisik antara kelompok eksperimen dan kontrol. SPANE nilai Z sebesar -2,509, p=0,012. PWS nilai Z sebesar -2,874, p = 0,04. PTS nilai Z sebesar -2,590, p = 0,010.
People with physical disabilities may experience disappointment, sadness, anger, shame, hopelessness, worthless, and rejection on their condition caused by their physical condition. This may have impact on loss of function, roles, and self-image. The negative emotions and thoughts perceived and experienced, as well as the feeling that life would not be useful, may reduce their well-being. The gratitude intervention can be referred as treatment. This study was aimed to examine the effect of gratitude intervention towards people with physical disabilities well-being. The participants were two groups of people with physical disabilities (8 people for experimental group and 5 people for control group). The design of this study was untreated control group design with dependent pre-test and post-test samples. The similar treatment was also given for control group as a waiting list after intervention for experimental group. Well being was assessed using SPANE, PWS, and PTS. The result showed that there are significant differences in wellbeing score between experimental group and control group which are measured by SPANE U test -2,509, p=0,012. PWS U test -2,874, p = 0,04. PTS U test -2,590, p = 0,010.
Kata Kunci : Syukur, intervensi kebersyukuran, penyandang disabilitas, kesejahteraan