Laporkan Masalah

PERTUMBUHAN PERTANAMAN JATI PADA UJI PEROLEHAN GENETIK DI PERUM PERHUTANI DAN KARAKTERISTIK TAPAK YANG MEMPENGARUHINYA

Dian Rodiana, Dr. Ir. Sapto Indrioko, S. Hut. MP

2013 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Uji perolehan genetik adalah pertanaman uji genetik dengan membandingkan individu terseleksi dari hasil uji keturunan atau uji klon dengan materi genetik dari materi biasa (APB atau tanaman yang belum dimuliakan) sehingga dapat diketahui nilai perolehan genetik secara kuantitatif yang nyata (real genetic gain). Penelitian ini dilakukan pada pertanaman uji perolehan genetik umur 9 tahun di 5 KPH Perum Perhutani yaitu KPH Nganjuk, Kebonharjo, Semarang, Pemalang dan Indramayu. Pertanaman menggunakan rancangan acak lengkap berblok dengan 25 treeplot, 5 blok, jarak tanam 3 x 3 m. Materi dari uji perolehan genetik ini adalah 1 nomor dari APB, 30 nomor KBK dan 2 nomor stek pucuk dari kebun pangkas. Parameter yang diamati adalah pengukuran tinggi dan keliling, pengamatan profil tanah, analisis kimia tanah, pengumpulan data curah hujan dan perhitungan nilai ekonomi. Pengamatan pertumbuhan dilakukan 2 kali pada umur 5 dan 9 tahun. Hasil yang diperoleh menunjukan nilai perolehan genetik yang didapatkan adalah KBK dibanding APB 3,19 % untuk sifat diameter dan 0,89 % untuk sifat tinggi, Stek Pucuk dibanding APB 27,37 % untuk sifat diameter, 16,79 % untuk sifat tinggi dan 83,33 % untuk volume, Stek Pucuk dibanding KBK 22,72 % untuk sifat diameter, 15,75 % untuk sifat tinggi dan 69,23 % untuk volume. Kandungan hara tanah: karbon (C –org.), bahan organik, Nitrogen, fospor dan Magnesium (pada 5 lokasi uji termasuk kategori sangat rendah s/d sedang,korelasinya dengan pertumbuhan mendekati 0 menunjukkan keeratan hubungan yang lemah. Curah hujan di 4 lokasi tanaman uji perolehan genetik masih masuk normal untuk pertumbuhan tanaman jati sebesar 1,235.20 s/d 2,133.45 mm/tahun kecuali KPH Pemalang yaitu sebesar 3.029 mm. Nilai kooefisien korelasi (R) untuk pertumbuhan tinggi sebesar 0,85 dan diameter 0,84 menunjukkan keeratan hubungan yang kuat antara curah hujan dengan pertumbuhan, semakin tinggi curah hujan semakin meningkat pertumbuhannya. Berdasarkan 3 kriteria investasi tersebut semua nilai baik NPV, BCR dan IRR semua nilainya positif, layak untuk diusahakan tetapi untuk pengusahaan yang paling menguntungkan adalah tanaman asal stek pucuk dengan nilai NPV Rp. 141,633,179,-, BCR 6,1 dan IRR 26 %.

Genetic gain trial is the genetic test plantation by comparing selected individuals from the progeny test or clonal test with genetic results, which material are from ordinary source (APB or un-improved material) resulting in the acquisition of real quantitative genetic value (reallized genetic gain). The research was conducted in a 9 years old genetic gain trial plantation in 5 forest management unit (FMU) Perum Perhutani: KPH Nganjuk, Kebonharjo, Semarang, Pemalang and Indramayu. Completely randomized block design (RCBD) with 25 treeplot planting design was using, 5 blocks, spacing of 3 x 3 m. Genetic material of this test is from seed production area (APB), 30 numbers from clonal seed orchard (CSO) and 2 numbers from shoot cut from the hedge orchard. Parameters measured were height and circumference, observation of soil profile, soil chemical analysis, rainfall data and calculation of economic value. The results show the value of genetic gain obtained is KBK vs. APB 3.19% for diameter and 0.89% for height, Shoots cuttings VS APB 27.37% for properties in diameter, 16.79% for height and 83,33 % for volume , Shoot cutting VS KBK 22.72% for diameter, 15.75% for height and 69.23% for volume. Nutrient content of the soil: carbon (C-org.), Organic matter, nitrogen, phosphorus, and magnesium (at 5 locations including the category of very low to currently, correlation with growth close to 0 indicates that the relationship is weak. Rainfall in 4 location of genetic gains trials are still normal for teak growth 1,235.20 to 2,133.45 mm / year except Pemalang FMU whish is 3.029 mm. Koefisien value of correlation (R) for the heght growth is 0.85 and diameter is 0.84 indicates that the relationship between rainfall and growth are strong, the higher the rainfall increased its growth. Based on 3 investment criteria: NPV, BCR and IRR all value are positive and worthy to be developed, and the most profitable investment is using plants from shoot cut with value of NPV Rp. 141.663.179, -, BCR 6.1 and IRR 26 %.

Kata Kunci : Uji Perolehan Genetik, Jati, KPH, Investasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.