TINJAUAN FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONISME UNTUK PENDIDIKAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN DI KOTA TONGYEONG, KOREA SELATAN DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN DI INDONESIA
Hastangka, Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin
2014 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatTujuan dari penelitian ini adalah untuk menyoroti bagaimana hakikat pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan, mengungkap persoalan mendasar dalam pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan, dan melakukan kajian kritis tentang peran pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan dari perspektif Filsafat Rekonstruksionisme di kota Tongyeong Korea Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui studi kasus yang dilakukan di Tongyeong-si, Gyeongsangnamdo, Korea Selatan. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan dua pendekatan yaitu pertama, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terstruktur dengan narasumber yaitu guru, Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Kota Tongyeong, Staf RCE Tongyeong, dan siswa di Kota Tongyeong. Kedua, studi pustaka yang dilakukan di kota Tongyeong dan Yogyakarta, bahan yang diambil berupa jurnal, majalah, buku, dan karya tulis ilmiah lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Adapun analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1).Verstehen, yaitu melakukan pemahaman unsur-unsur filosofis paradigma pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan. 2) Interpretasi, yaitu melihat menafsirkan,mengungkapkan esensi realitas dari data lapangan dan kajian pustaka untuk ditemukan suatu formula atau rumusan baru. 3)Reduksi data dan Klasifikasi data, yaitu menyeleksi data lapangan akan diseleksi dan diurai maknanya berdasarkan kebutuhan penelitian dan mencari relevansinya. 4) Heuristik, artinya mencoba menemukan hal-hal yang baru tentang ESD baik berupa konsep, kajian penelitian, maupun materi yang dapat memperluas pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan.5) Abstraksi, artinya mengungkapkan hakikat pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan dengan memisahkan unsur-unsur yang menyusunnya baik nilai, epistemologis, dan historis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hakikat konsep pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan sebagai upaya untuk membangun tatanan masyarakat baru yang lebih baik bertujuan untuk keberlangsungan eksistensi kehidupan manusia di bumi hari ini dan masa depan. Filosofi yang diterapkan untuk pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan di Kota Tongyeong adalah membentuk masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar menuju kota Tongyeong yang berkelanjutan. Pendidikan untuk pembangunan yang berkelanjutan memiliki basis pada rekonstruksi masyarakat akademik di sekolah yang nantinya dapat mengubah masyarakat di sekitarnya. Paradigma pendidikan ini dapat berkontribusi dalam aspek penguatan pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan bagi masa depan generasi selanjutnya dengan dukungan aktor dari pemerintah dan masyarakat melalui pendekatan kebijakan dan metode yang terintegrasi dan berkelanjutan,sehingga memiliki dampak dan manfaat bagi tatanan masyarakat yang lebih baik
The purpose of this study is to highlight how the nature of education for sustainable development, to identify the fundamental issues in education for sustainable development, and to give a critical review of the role of education for sustainable development from the perspective of Reconstructionist in Tongyeong city of South Korea. This study is a qualitative research through case studies carried out in Tongyeong-si, Gyeongsangnamdo, South Korea. There are two steps employed in collecting the data in this study; first, through field observation, in-depth structured interviews involved teachers, principals, Education Office Tongyeong, Tongyeong RCE staff, and students in Tongyeong city. Second, the literature study which is taken current journals, magazines, books, and other scientific papers related to research conducted both in Tongyeong city and Yogyakarta. The analyses in this study are 1). Verstehen, that is to understand the elements of philosophical paradigm of education for sustainable development (ESD) in Tongyeong city which had been classified previously. 2) Interpretation, that is to interpret and express the reality essence of the data field and to find a new formula by literature review. 3) Data reduction and data classification, ie the data field will be selected and parsed their meaning based on research needs and relevancy. 4) heuristic, means trying to find new form of concepts, research studies, as well as materials which can enriched and widen understanding of what is meant by education for sustainable development (ESD).5) Abstraction, reveals the nature of education for sustainable development (ESD) by separating the elements of values, epistemology, and history. This study concludes that the essence of the education concept for sustainable development aims in endeavoring to build a new society for better future continuity of human life existence on the earth today. Philosophy applied to education for sustainable development (ESD) in Tongyeong city is a form of society which concerns for the environment towards sustainable. The aim of Education for sustainable development (ESD) based on the society reconstruction in the schools are in order to be able to change the community. This educational paradigm contributes to strengthening educational character aspects and concern for the environment supported by the government actors and communities through an integrated approach, policy and method, thus having an impact and benefits for a better future generations and social order.
Kata Kunci : pendidikan, pembangunan yang berkelanjutan, filsafat, Rekonstruksionisme