Laporkan Masalah

PERUBAHAN SPASIAL KAMPUNG WISATA DOLANAN PANDES

HEIDI PARAMITA, Ir. Sudaryono, M.Eng, Ph.D.

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kampung Pandes yang kini dikenal dengan sebutan Kampung Dolanan, merupakan salah satu kampung di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tumbuh dengan mempertahankan tradisi lokal. Membuat dolanan merupakan tradisi yang tumbuh di Kampung Pandes sejak pertengahan abad ke-18, dan hingga kini diwariskan secara turun-temurun. Dalam perkembangan kehidupan di Kampung Dolanan Pandes, terdapat hubungan timbal balik antara sebutan “Kampung Dolanan”, spasial ruang perkampungan, dan aktivitas sosial kemasyarakatannya. Kampung Pandes kini tengah menguatkan branding Kampung Dolanan yang dimilikinya, bahkan dikukuhkan menjadi Kampung Pintar oleh Bupati Bantul terkait dengan predikatnya yang baik sebagai daerah tujuan wisata pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan bentuk perubahan Kampung Pandes pada tiap periode waktunya, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Kampung Pandes tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induktif kualitatif dengan analisis deskriptif, dimana metode ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data terlebih dahulu sebagai latar belakang yang kemudian dilanjutkan dengan membuat pertanyaan penelitian. Kedudukan teori dalam penelitian ini bersifat sebagai background knowledge. Ditilok dari penelitian ini, terdapat perubahan sosial dan budaya yang melatarbelakangi perubahan spasial di Kampung Dolanan Pandes. Pengaruh dolanan pada masyarakat Pandes terdapat pada nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Yakni nilai edukasi yang diajarkan sebagai pendidikan karakter manusia pandes yang diajarkan sejak dini dalam berinteraksi dengan manusia lain maupun dengan ruang hidupnya. Dolanan dan permainan tradisional merupakan pengenal dan simbol kebanggaan masyarakat Pandes yang perlu dilestarikan agar tidak punah.

Pandes village which now known as Kampung Dolanan, is one of the villages in Yogyakarta Special Region grew by maintaining local traditions. Producing dolanan was and still is a tradition in Pandes village since the mid 18th century , and has now passed on from generation to generation . Reciprocal relationship exsisted between the term of \\"Kampung Dolanan\\", spatial space of the village, and it’s social activities, in the development of life in Kampung Dolanan Pandes. Kampung Dolanan Pandes currently strengthen its brand, even confirmed as Smart Village by the predicate associated of Bantul Regent with as a tourist destination of education. The purpose of this study was to determine the process and form of changes of Pandes village in each time period , as well as determine the factors that influence the development of Pandes village. Method used in this study is an inductive method of qualitative descriptive analysis , where the method performed by collect data as background and then proceed with making the research question. The position of theory in this study is as background knowledge . There are social and cultural changes underlying the spatial changes in Kampung Dolanan Pandes . Dolanan influence on society Pandes found on social values contained in it. The value of education is taught as Pandes human character education, taught from an early age to interact with other humans and with their living space . Dolanan and traditional games is a symbol of pride and Pandes’ community identifier to be preserved from extinction.

Kata Kunci : kampung, perubahan, faktor


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.