TERJEMAHAN CERITA ANAK USHIKATA TO YAMANBA KARYA TSUBOTA JÅŒJI
RETNO WULANDARI, Wiastiningsih, S.S, M.A.
2014 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANGTugas akhir ini merupakan terjemahan cerita anak yang berjudul Ushikata to Yamanba karya Tsubota JÅji. Cerita anak ini berisi tentang seeorang kusir sapi yang harus menyelamatkan diri dari Yamanba, seorang siluman wanita yang memiliki kekuatan gaib. Penulis tertarik mengambil tema tugas akhir terjemahan karena ingin mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah yaitu dengan menerjemahkan cerita anak dari bahasa Jepang ke dalam bahasa Indonesia. Di dalam proses penerjemahan, penulis menggunakan metode penerjemahan kata demi kata dan metode komunikatif. Metode kata demi kata digunakan pada proses awal penerjemahan untuk memahami tata bahasanya dan mengartikan teks yang sulit. Selanjutnya, metode komunikatif digunakan penulis untuk berusaha mempertahankan makna kontekstual yang tepat dari bahasa sumber, sehingga baik isi maupun bahasanya dapat dipahami oleh pembaca. Ada dua kendala yang dihadapi penulis dalam menerjemahkan cerita ini. Kendala yang pertama adalah banyaknya kata yang menggunakan hiragana sehingga penulis kesulitan untuk memahami maknanya. Penulis mengatasi hal tersebut dengan menggunakan aplikasi kamus kanji. Kendala yang kedua adalah ada beberapa kosakata bahasa Jepang yang tidak memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia. Penulis banyak mencari referensi melalui cerita terjemahan lain dan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia serta berkonsultasi dengan dosen pembimbing dalam mengatasi hal tersebut. Dalam cerita anak yang berjudul Ushikata to Yamanba karya Tsubota JÅji ini mengandung pesan moral yaitu apabila kita mendapatkan suatu kesempatan dalam mengatasi suatu masalah, hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya dan tidak menyia-nyiakannya.
This final assignment is a translation of children literature work entitled Ushikata to Yamanba by Tsubota JÅji. This story tells about an oxdriver who has to escape from Yamanba, a female demon who has magical power. The author is interested in choosing the translation as the topic of the assignment because the author wants to apply the materials which have been studied throughout the course. Therefore, the author translates a children literature work from Japanese to Indonesian. In the translation process, the author uses word by word translation method and communicative method. Word by word method is used at the first translation process to understand the grammar and interpret the difficult text. Communicative method is used because this method is applied to maintain the equivalent contextual meaning from the source language,therefore, the readers are able to understand the message in the target language. Difficulty in the translation process experienced by the author is there are many words written in hiragana. Hence the author has a problem in finding the meaning. The author solves the problem by using kanji dictionary application. The other difficulty is adjusting the word’s equivalent from Japanese to Indonesian. The author looks in for many references such as translated story, Kamus Besar Bahasa Indonesia and applies suggestion from the supervisor to solve the problem. This story, Ushikata to Yamanba by TsubotaJÅji, has a moral value which tells the readers whenever we face a trouble and get an opportunity, we must use it wisely and do not waste it.
Kata Kunci : Ushikata to Yamanba, Metode Penerjemahan Komunikatif, Metode penerjemahan kata demi kata, pesan moral