GAMBARAN PENGAWASAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS RANSIKI, DISTRIK RANSIKI, KABUPATEN MANOKWARI, PROPINSI PAPUA BARAT
FREDERIK Y INYOMUSI, Akhmadi, S.Kp.,M.Kes.,M.Kep.,Sp.Kom.
2013 | Skripsi | EKSTENSI ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Pengawasan minum obat pada penderita TB Paru di Puskesmas Ransiki tidak optimal, dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan dan kesadaran baik petugas pengawasan minum obat maupun penderita TB paru, sehingga terjadi peningkatan jumlah penderita TB paru tahun 2005 – 2008 sebanyak 127 suspek TB paru, 61 BTA(+), dan 64 BTA(-) Rongsen(+). Tujuan : mengetahui gambaran Pengawasan Minum Obat serta hambatannya. Metode : kualitatif diskritif untuk mengetahui gambaran Pengawasan Minum Obat serta hambatannya. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ransiki dengan jumlah sampel 31 0rang Hasil : Hasil penelitian mengindikasikan pemahaman masyarakat di Puskesmas Ransiki masih rendah dan tingkat kepekaan sangat kurang terhadap gejala awal Tuberkulosis Paru mengakibatkan penanganan penderita Tuberkulosis Paru terlambat di periksakan ke Puskesmas. Tingginya penyakit Tuberkulosis Paru di Distrik Ransiki secara umum di sebabkan oleh beberapa faktor antara lain rendahnya tingkat penedidikan petugas PMO sebanayak 70,97% berasal dari kader kesehatan Desa, dengan latar belakang pendidikannya 64,75% berpendidikan SD-SMP, sementara latar belakang pekerjaannya 51,61% petani, dan tidak ada sarana transportasi baik pribadi maupun angkutan pedesaan, serta pandangan masyarakat terhadap adat istiadat sangat kuat sehingga masyarakat cenderung menggunakan pengobatan tradisional di bandingkan pengobatan medis. Kesimpulan : petugas PMO di Puskesmas Ransiki berasal dari kader kesehatan desa, mayoritas latar belakang pekerjaan sebagai petani. Sementara pelatihan ketrampilan petugas PMO secara formal tidak pernah di lakukan di Puskesmas Ransiki. Pengetahuan yang di peroleh petugas PMO hanya mengandalkan pengalaman pribadi yang di peroleh dari petugas PMO senior. Tingkat pengetahuan tentang PMO sangat minim sehingga dalam kerja sama di sektor kesehatan sendiri atau unit pelayanan lain dalam Pengawasan Minum Obat kepada penderita TB Paru masih kurang serta sosialisasi program penanganan TB Paru dan Pengawasan Minum Obat pada pada penderita TB Paru tidak maksimal.
-
Kata Kunci : Tuberkulosis – Pengawasan Minum Obat