PENERIMAAN MAKANAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT PERUMAHAN KOTA BEKASI
BIMO SATRIO UTOMO, Dr.Ir.Retno Indrati M.Sc.
2013 | Skripsi | TEKNOLOGI PANGAN & HASIL PERTANIANSaat ini, Kota Bekasi mengalami kemajuan pembangunan sangat pesat bersama-sama dengan Propinsi DKI Jakarta akibat lokasi saling berdekatan. Akibatnya, terjadi urbanisasi dan berkembangnya perumahan baru yang berdampak terhadap penerimaan makanan tradisional di Kota Bekasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) penerimaan warga/masyarakat perumahan di Kota Bekasi terhadap makanan tradisional dan (2) faktor-faktor penentu pemilihan makanan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Kecamatan dipilih berdasarkan kriteria kepadatan penduduk, pendapatan per kapita dan produksi pertanian. Berdasarkan pertimbangan, dari 12 kecamatan dipilih 5 kecamatan yaitu Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawalumbu, Bekasi Barat dan Pondok Melati. Jumlah responden yang digunakan adalah 100 orang yang tersebar di setiap kecamatan menurut kepadatan penduduk. Responden yang digunakan berusia antara 20 – 65 tahun dan tinggal di kawasan perumahan. Hasil penelitian menunjukan dari 24 jenis makanan tradisional Kota Bekasi, hanya 9 jenis yang dikenal dan 3 jenis yang disukai responden dari beragam tingkat ekonomi. Makanan yang paling disukai dan paling sering dikonsumsi adalah Nasi Uduk. Faktor rasa dan harga menjadi faktor-faktor penentu pemilihan makanan tradisional.
Lately, Bekasi City is growing very rapidly with the development of Special Regional of Jakarta because of its location adjacent. This resulted in urbanization and the growth of new estates that will affect the acceptance of traditional food of Bekasi City. The purpose of this study was to determine (1) the level of acceptance of traditional food by people living in a residential area in the City of Bekasi and (2) the factors that influence the selection. This research was conducted using sampling methods. Districts that will be sampled were selected based on population density, per capita income and agricultural production. Based on these consideration, of the 12 districts selected 5 districts namely Bantargebang, East Bekasi, Rawalumbu, West Bekasi and Pondok Melati. Total respondents used were 100 people who shared every district based on population density. Selected respondents aged 20-65 years and living in a residential area. The results show that out of 24 kinds of traditional foods only 9 traditional foods is still known and 3 kinds are favored by people at all economic levels. Nasi uduk is the most preferred food. Taste and price are the two determinants of traditional food choices.
Kata Kunci : Makanan Tradisional, Kota Bekasi, Perumahan, Penelitian Survei.