RESPONS ENAM VARIETAS PADI TERHADAP POPULASI LAPANG WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens) DI KABUPATEN KLATEN
ZENRITA ELNUSANTI, Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc.
2014 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANilavarpata . lugen Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons enam varietas padi terhadap populasi lapangan N s di Klaten, Jawa Tengah pada saat populasi N. lugens di lapangan rendah . Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan, dilakukan pada Bulan Februari sampai Mei 2012. Varietas yang digunakan yaitu Situ Bagendit, IR64, Inpari 13, Ciherang, Conde dan Mekongga. Parameter yang diamati yaitu populasi N. lugens per rumpun. Pengamatan dilakukan pada 15 HST dengan menghitung jumlah populasi N. lugens. Jumlah populasi N. lugens antar varietas padi dianalisis menggunakan analisis ANOVA. Apabila terdapat beda nyata antar varietas, dilakukan uji lanjut DMRT dengan α sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan jumlah populasi N. lugens tertinggi ditemukan pada Varietas Mekongga dengan rerata 6 ekor N. lugens per rumpun padi dan yang terendah ditemukan pada Varietas Inpari 13 dengan rerata 3 ekor N. lugens per rumpun padi. Dari hasil uji analisis SAS menunjukkan tidak ada beda nyata antar semua varietas padi. Keberadaan musuh alami (Pardosa pseodoanulata) terbanyak ditemukan pada Varietas Mekongga dengan rerata 0, 139 ekor per rumpun padi dan yang terendah ditemukan pada Varietas Inpari 13 dengan rerata 0,02 ekor per rumpun padi. Perbedaan keenam varietas yang diuji terhadap N. lugens tidak nampak karena populasi N. lugens sangat rendah
The objective of this research was to determine the response of six rice varieties to field population of the rice brown planthopper, Nilaparvata lugens. The experiment employed a completely randomized design with six rice varieties as treatments (Situ Bagendit, IR 64, Inpari 13, Ciherang, Conde, dan Mekongga) and each was replicated three times. The population of N. lugens and its predator was observed regularly starting on the 15th day after planting with an interval of seven days. If ANOVA showed differences, mean significant differences were tested using DMRT. The population of N. lugens during the whole rice season in general was considered very low. Therefore, differences among six varieties in response to N. lugens was not prominent. The highest population of N. lugens was found in Mekongga (6 N. lugens/hill) and the lowest population was in Inpari 13 ( 3 N. lugens/hill). Similar to N. lugens the populations of Pardosa pseodoanulata was highest in Mekongga.
Kata Kunci : Varietas Padi, Nilaparvata. lugens, Musuh Alami