Laporkan Masalah

PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI

YUNITA SURASTUTI, Bowo Susilo, S.Si., M.T.

2014 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SIG

Longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi dan penyebarannya relatif merata hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri merupakan daerah yang mempunyai bentuk morfologi berbukit dan bergunung, sehingga rawan terjadi longsor. Selain itu, struktur geografis Kecamatan Tirtomoyo yang terletak di daerah pegunungan dengan mayoritas rumah penduduk di dekat tebing-tebing curam, sehingga muncul daerah-daerah rawan longsor. Bahan yang digunakan adalah peta jpg dari BAPPEDA Kabupaten Wonogiri serta Citra Alos. Pembuatan peta parameter dilakukan dengan menggunakan teknik digitasi. Terdapat lima parameter kondisi fisik lahan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu jenis tanah, jenis batuan, curah hujan, kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Sedangkan proses analisis dilakukan dengan Sistem Informasi Geografi, yaitu teknik overlay menggunakan software ArcGis 10.1 antara peta-peta kondisi fisik lahan yang telah dibuat. Penelitian ini menghasilkan enam hasil, yaitu Peta Jenis Tanah, Peta Jenis Batuan, Peta Curah Hujan, Peta Kemiringan Lereng, Peta Penggunaan Lahan serta Peta Rawan Longsor Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri. Kerawanan longsor di Kecamatan Tirtomoyo dibagi menjadi tiga kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi. Dengan adanya hasil penelitian ini, diharapkan adanya pengembangan pemanfaatan sistem informasi geografi untuk menentukan daerah rawan longsor agar lebih interaktif dan informatif.

-

Kata Kunci : Kondisi Fisik Lahan, Overlay, Daerah Rawan Longsor, Sistem Informasi Geografi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.