Laporkan Masalah

PERBANDINGAN KECEPATAN ALIRAN DARAH ARTERI OFTALMIKA PADA PASIEN DENGAN GLAUKOMA TENSI NORMAL DAN SUBYEK NORMAL

Indrasmoro Novianto, dr. Retno Ekantini, Sp,M(K), M.kes.

2013 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata kecepatan aliran darah arteri oftalmika pada penderita glaukoma tensi normal (GTN) dibandingkan individu normal. Hipotesis yang diajukan adalah rerata kecepatan aliran darah arteri oftalmika pada penderita GTN lebih lambat dibandingkan individu normal. Rancangan penelitian berupa studi potong lintang (cross-sectional study). Empat puluh subyek yang memenuhi kriteria, dibagi sama banyak dalam kelompok GTN dan kelompok individu sehat normal (kontrol), kemudian dilakukan pemeriksaan kecepatan arteri oftalmika menggunakan perangkat TCD 2 MHz. Pasien dalam posisi duduk dan kepala dijaga agar tetap stabil serta menghindari berbicara selama tindakan. Gel pelumas dioleskan pada transduser dan ditempelkan pada permukaan kulit mata atas kanan dan kiri untuk merekam aliran darah. Pemeriksaan dilakukan selama 20 sampai 30 menit dengan kedalaman 40-70 mm. Hasil pengukuran dinyatakan dalam rerata kecepatan aliran darah arteri oftalmika (TCD mean) dan rerata kecepatan aliran darah arteri oftalmika pada saat sistole (TCD peak), dalam satuan centimeter/detik (cm/detik). Data berupa variabel numerik yang dianalisis menggunakan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan rerata kecepatan aliran darah oftalmika pada kelompok GTN adalah TCD OD peak 45.25 ± 18.479 cm/detik; mean 24.4 ± 11.473 cm/detik dan TCD OS peak 38.05 ± 15,206 cm/detik; mean 20.05 ± 10.395 cm/detik, sedangkan padakelompok kontrol adalah TCD OD peak 37.75 ± 12.083 cm/detik; mean 20.7 ± 6.937 cm/detik dan TCD OS peak 37.7 ± 15,079 cm/detik; mean 19.95 ± 8.799 cm/detik. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa rerata aliran darah arteri oftalmika pada kelompok penderita GTN lebih cepat dibandingkan pada kelompok individu normal, dengan perbedaan yang tidak bermakna secara statistik (p>0.05).

This research aims to compare the mean of ophtalmic artery blood flow velocity among normal tension glaucoma (NTG) subjects to the normal subjects. The hypothesis proposed was the mean of ophtalmic artery blood flow velocity among NTG subjects is slower than the normal subjects. This research was conducted using a cross-sectional study design. Forty subjects fullfilled the criterias were exactly divided into NTG group and control group, then undergoexamination to measure ophtalmic artery blood flow velocity using TCD 2 MHz equipment. Under seating position with head fixation and talk avoiding during examination, some lubricant gel were apply to the transducer than attached to the skin surfaces of both upper eyelids to record ocular blood flow. Examination were took 20-30 minutes on 40-70 mm skin depth. Measurement results were includes mean of ophtalmic artery blood flow velocity (TCD mean) and ophtalmic artery blood flow velocity during systole (TCD peak), mentioned as centimeter/second (cm/sec). The results are numeric variables and analyzed using independent t test. The results shows that mean of ophtalmic artery blood flow velocity on NTG group are TCD OD peak 45.25 ± 18.479 cm/sec; mean 24.4 ± 11.473 cm/sec and TCD OS peak 38.05 ± 15.206 cm/sec; mean 20.05 ± 10.395 cm/sec, while the result on normal group areTCD OD peak 37.75 ± 12.083 cm/sec; mean 20.7 ± 6.937 cm/sec and TCD OS peak 37.7 ± 15.079 cm/sec; mean 19.95 ± 8.799cm/sec. It can be concluded that the mean of ophtalmic artery blood flow velocity among normal tension glaucoma (NTG) subjects is higher than the normal subjects, although this difference is not statisticaly significant (p>0.05).

Kata Kunci : kecepatan aliran darah, GTN, TCD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.