Laporkan Masalah

EXTREME PRECIPITATION ANALYZED FROM MERGED RAIN GAUGE AND SATELLITE PRECIPITATION DATA IN CENTRAL JAVA-INDONESIA

Andung Bayu Sekaranom, Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, M.Sc.

2013 | Tesis | S2 Geografi

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengevaluasi data curah hujan satelit untuk melakukan penggabungan data stasiun hujan dan satelit, 2) mengidentifikasi distribusi spasial hujan ekstrim berdasarkan merging data stasiun hujan-satelit, dan 3) mengidentifikasi kerawanan banjir di Jawa Tengah berdasarkan curah hujan ekstrim dan karakteristik fisik wilayah. Data curah hujan harian mulai tahun 1998-2010 diperoleh dari data stasiun hujan dari BMKG, sementara data estimasi satelit diperoleh dari TRMM 3B42. Teknik asimilasi data berupa successive corrections method digunakan untuk menggabungkan kedua data. Identifikasi hujan ekstrim dilakukan menggunakan analisis threshold, hujan kala ulang, dan probable maximum precipitation (PMP). Teknik tersebut digunakan untuk melengkapi data hujan yang hilang serta dengan data dengan kerapatan stasiun hujan yang rendah. Hasil analisis menunjukan bahwa curah hujan ekstrim dengan intensitas lebih tinggi terjadi pada dataran rendah dan pesisir. Hal ini sejalan dengan kerawanan banjir di daerah tersebut, dimana kerawanan tinggi terdapat pada daerah Tegal, Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Purworejo, Kebumen, Kutoarjo, Gombong, dan Cilacap.

This research aims to 1) evaluate precipitation data from satellite estimates and develop a daily rain gauge and satellite merging precipitation data, 2) identify the spatial distribution of extreme precipitations based on merged rain gauge-satellite precipitation data, and 3) identify the spatial distribution of flood susceptibility in Central Java based on extreme precipitation distribution and land surface characteristics. Daily precipitation data from 1998-2010 were obtained from rain gauge stations from BMKG, while satellite estimates were obtained from TRMM 3B42. The data were merged using based on data assimilation technique using successive corrections method. Extreme precipitation identification taken by precipitation threshold, return period rainfall, and probable maximum precipitation (PMP). The merging technique produces improved precipitation data from the study area, especially in replacing missing daily data and area with low station density. The results indicate that extreme precipitation occurs mainly in the low lands and coastal areas. Moreover, extreme precipitation is in line with highly susceptible area, especially in Tegal, Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Purworejo, Kebumen, Kutoarjo, Gombong, and Cilacap.

Kata Kunci : Hujan ekstrim, kerawanan banjir, successive correction method, Jawa Tengah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.