KERAGAMAN SPESIES DAN POTENSI PERAN SERANGGA PADA PERKEBUNAN KAKAO (Theobroma cacao L.) MONOKULTUR DAN POLIKULTUR DI PAGERHARJO, SAMIGALUH, KULONPROGO
MITA LUTVIANA, Dr. Siti Sumarmi
2014 | Skripsi | BIOLOGIKakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dari sektor perkebunan yang memberikan sumbangan devisa yang besar. Dalam pengelolaannya, kakao dapat ditanam secara monokultur dan polikultur. Perkebunan kakao dapat menjadi habitat bagi berbagai anggota Kelas Insekta. Serangga merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tinggi-rendahnya produksi kakao. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keragaman spesies serangga dan potensi perannya pada perkebunan kakao. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Nopember 2013. Penangkapan serangga dilakukan di perkebunan kakao monokultur dan polikultur di desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo, pada siang dan malam hari. Penangkapan pada siang hari menggunakan jaring serangga pada pukul 06.00-08.00 dan pukul 09.00-12.00, dan pitfall trap pada pukul 06.00-16.00. Penangkapan pada malam hari menggunakan light trap pada pukul 20.30-22.00 dan pitfall trap pada pukul 17.00-05.00. Hasil menunjukkan serangga yang diperoleh pada area monokultur adalah anggota dari 10 ordo, yang terdiri dari 34 familia, 57 genus, dan 69 spesies, sedangkan pada perkebunan kakao polikultur diperoleh adalah anggota dari 11 ordo serangga, terdiri dari 42 familia, 71 genus, dan 83 spesies, sehingga dapat disimpulkan bahwa keragaman spesies serangga pada perkebunan kakao polikultur lebih tinggi dibandingkan pada lahan monokultur. Serangga yang diperoleh memiliki tipe alat mulut penghisap, penusuk penghisap, penggigit pengunyah, dan penjilat penghisap sehingga kemungkinan dapat berperan sebagai herbivora, predator, polinator, pengurai dan vektor penyakit.
Cocoa ( Theobroma cacao L. ) is one of Indonesia's main commodities of the plantation sector contributing to massive foreign exchange. In management, cocoa can be grown in monoculture and polyculture. Cocoa plantations can be a habitat for various members of the Class of Insects. The insects were factors influencing the fluctuation of cocoa production. The purpose of this study was to determine the diversity of insects species and their potential role of cocoa plantations. The research was conducted from June to November 2013 on monoculture and polyculture cocoa plantations in Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Insects were collected by using a sweep net starting from 06.00 a.m. to 08.00 a.m. and 09:00 to 12:00 a.m., then by using pitfall traps at 06.00 a.m. to 16:00 p.m. however during the night insect collection using light trap starting from 20:30 to 22:00 p.m., then by using pitfall trap at 17:00 p.m. to 05:00 a.m. The results showed the insects collecting on monoculture areas were members of 10 orders , which consists of 34 families, 57 generas and 69 species, while from the polyculture obtained 11 orders of insect members, comprising 42 families, 71 generas, and 83 species, so it can be concluded that the diversity of insect species collecting from polyculture cacao plantations were higher than monoculture. The collecting Insect have many type of mouth part, such as siphoning type, piercing-sucking, chewing, and lapping, which resulting the insect probably have many roles on the cocoa plantation, as herbivores, predators, pollinators, decompossers, and disease vectors.
Kata Kunci : keragaman serangga, perkebunan kakao monokultur dan polikultur.