EVALUASI PENGGUNAAN ANTIPIRETIK DAN ANTIBIOTIK DALAM PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA PERIODE TAHUN 2012
WAHYUNI SIERA A L, Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt.
2014 | Skripsi | FARMASIDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang perjalanan penyakitnya cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia. Penggunaan antibiotik tanpa adanya indikasi masih banyak ditemukan pada pengobatan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan dan menilai ketepatan pengobatan (tepat indikasi, tepat obat, dan tepat pasien) pada pasien anak dengan diagnosa DBD di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta periode tahun 2012. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptifnon eksperimental. Subyek penelitian adalah seluruh pasien anak yang menjalani perawatan di instalasi rawat inap dengan diagnosis DBD pada periode tahun 2012. Data yang diperoleh dari rekam medik dibandingkan dengan Standar Pelayanan Medis (SPM)Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan pedoman dasar tata laksana terapi DBD yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 79 pasien anak dengan diagnosis DBD yang terlibat dalam penelitian ini lebih banyak terjadi pada pasien laki-laki (51,89%) dan mendominasi pada kelompok usia anak 5-14 tahun (81,02%). Penggunaan terbanyak adalah obat golongan antipiretik (82,28%), bentuk sediaan terbanyak yang digunakan adalah sediaan injeksi (36,59%) dan rute sediaan terbanyak adalah injeksi intravena (58,81%). Analisis ketepatan penggunaan obat yang dilakukan yaitu ketepatan indikasi penggunaan antipiretik sebesar 100% dan antibiotik 2,27%, ketepatan obat dalam penggunaan antipiretik 100% dan antibiotik 84,09%, serta ketepatan pasien terhadap penggunaan antipiretik adalah 100% dan ketepatan pasien pada penggunaan antibiotik 100%
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the disease that rapidly and can cause death within short time. This disease is an infectious disease that often lead to extraordinary events in Indonesia. The use of antibiotics in the absence of indication is still found in the treatment of DHF. This study aims to determine the pattern of treatment and assess the right of treatment (the right indication, the right medication, and proper patient) in pediatric patient with the diagnosis of dengue in the PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital in Period 2012. This research in non-experimental descriptive studies. Subjects were all patients at the children who underwent inpatient treatment with dengue diagnosis in the period in 2012. Datas were obtained from medical records compared to Standard of Medical Care in PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital and basic governance guidelines DHF Therapy published by the Departement of Health Republic Indonesia in 2004. The results showed that among 79 children with a diagnosis oh DHF patients involved in this study is more common in male patients (51,89%) an dominate the age group 5-14 years (81,02%). The use of antipyretic drug class is most (82,28%), the highest dossage forms used are injection preparation (36,59) and the highest dosage is intravenous injection (58,81%). The use of antipyretic were 100% and antibiotic were 2,27% right indication, the use of antipyretic were 100% and antibiotic were 84,09% right medication, and the use of antipyretic ware 100% right patient and the use of antibiotic were 100% right patient.
Kata Kunci : demam berdarah dengue, pengobatan, ketepatan, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta