PEMUCATAN MINYAK KRENGSENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN KARBON AKTIF DAN ZEOLIT YANG DIAKTIVASI
ADDINI CAHYANINGTYAS, Prof. Dr. Ir. Agnes Murdiati, M.S.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI PANGAN & HASIL PERTANIANMinyak krengsengan sebagai bahan dasar minyak goreng memiliki warna kuning keruh sehingga perlu dilakukan proses pemucatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan zeolit sebagai bleaching agent pada proses pemucatan minyak krengsengan. Penentuan suhu aktivasi zeolit dilakukan dengan variasi pemanasan pada suhu 100, 200, dan 300 o C. Zeolit aktif yang didapat pada suhu optimum kemudian digunakan pada proses pemucatan dengan variasi konsentrasi penambahan adsorben (1, 2, 3, dan 4%) dan variasi adsorben berupa zeolit serta campuran karbon aktif-zeolit (1:10). Respon yang diamati pada penelitian ini yaitu perubahan warna pada minyak krengsengan setelah proses pemucatan menggunakan zeolit teraktivasi dan campuran karbon aktif-zeolit teraktivasi (1:10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimum untuk aktivasi zeolit adalah 200 o C. Proses pemucatan menyebabkan warna minyak berubah menjadi lebih jernih dengan intensitas warna kuning berkurang. Penambahan karbon aktif pada zeolit teraktivasi dengan rasio 1:10 dapat meningkatkan perubahan warna minyak yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan adsorben zeolit saja. Penambahan adsorben sampai konsentrasi 4% menghasilkan perubahan warna minyak yang semakin baik. Proses pemucatan juga dapat menurunkan kadar asam lemak bebas dan angka peroksida minyak krengsengan.
Krengsengan oil as a basic ingredient of cooking oil has a turbid yellow color so that the bleaching process needs to be done. This research aims to identify the influence of the use of zeolite as a bleaching agent in the bleaching process of krengsengan oil. Determination of the zeolite activation temperature done by using various heating temperature of 100, 200, and 300°C. Active zeolite obtained at the optimum temperature then used in the bleaching process with the addition of various concentration of adsorbent (1, 2, 3, and 4%) and the variation of adsorbents such as zeolite and activated carbon-zeolite mixture (1:10). Respond that was observed in this study that changes color on krengsengan oil after bleaching process using activated zeolite and activated carbon-zeolite mixture (1:10). The result of this research shows that the optimum temperature for the zeolite activation is 200°C. Bleaching process causes the oil color changed to be clearer with yellow color intensity decreases. The addition of activated carbon to zeolite activated at a 1:10 ratio can improve oil color change rather than using only zeolite adsorbents. The addition of the adsorbent to a concentration of 4% produces better oil color. Bleaching process can also reduce levels of free fatty acids and peroxide value of krengsengan oil.
Kata Kunci : minyak, minyak krengsengan, zeolit, karbon aktif, pemucatan