EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOLIK TANAMAN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) TERHADAP DAYA TETAS TELUR, MORTALITAS DAN PERTUMBUHAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti L.
MUSABAQOH M. B., Dra. Rr. Upiek Ngesti W.A, DAP & E.M. Biomed
2014 | Skripsi | BIOLOGIPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk vektor Ae. aegypti. Untuk mengurangi infeksi, pengendalian vektor menjadi upaya utama. Banyak cara dilakukan untuk mengurangi populasi vektor dengan larvasida, namun hasilnya belum memuaskan bahkan menimbulkan pencemaran dan resistensi. Dewasa ini dikembangkan bahan alam (tanaman) sebagai bioinsektisida. Tanaman patikan kebo (E. hirta L.) merupakan tanaman herba yang mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, polifenol, dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari efektivitas ekstrak metanolik tanaman patikan kebo terhadap daya tetas telur, mortalitas, dan pertumbuhan larva Ae. aegypti. Uji daya tetas dilakukan dengan cara masing-masing sebanyak 25 butir telur Ae. aegypti direndam dalam larutan ekstrak pada konsentrasi 2.000, 4.000, 6.000, 8.000, 10.000, dan 12.000ppm, serta air keran dan larutan abate sebagai kontrol pada wadah yang berbeda, masing-masing dengan 3 kali ulangan. Uji daya tetas telur dilakukan pada dua perlakuan yaitu rendaman tanpa pergantian dan rendaman dengan pergantian media. Uji mortalitas larva dan perkembangannya mengikuti prosedur dari WHO (1981) pada konsentrasi yang sama dengan uji daya tetas telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanolik tanaman patikan kebo efektif menghambat daya tetas telur sampai 85% (12.000 ppm), perkembangan larva ke pupa mulai 96% (2.000 ppm) sampai 100% (6.000 ppm). Penghambatan perkembangan pupa ke dewasa menunjukkan 100% pada konsentrasi 2.000 ppm dengan pergantian media dan pada konsentrasi 6.000 ppm tanpa pergantian media. Nilai LC50-24jam dan LC50-48jam berturut-turut adalah 5.258,16 ppm dan 3.444,41 ppm. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak menyebabkan tingkat hambatan perkembangan yang semakin tinggi.
Hatchability test done by each of as many as 25 eggs of Ae . aegypti Dengue Haemorrhagic Fever is a disease caused by Dengue virus that transmitted through the bitting of Ae. aegypti mosquito. Vector control has been used in reducing the cases. The using of larviside in long time will give ecological damages even resistance. So, many efforts has been done for exploring the botanical larvisides. Patikan kebo (E. hirta L.) is an herbaceous plant that contains flavonoids, tannins, alkaloids, polyphenols, and triterpenoids. The objectives of this study was to determine the effectivities of methanolic extract of the patikan kebo on the egg hatchability, mortality, and growth of Ae. aegypti larvae. immersed in a solution of methanolic extracts of patikan kebo plants concentration 2.000, 4.000, 6.000, 8.000, 10.000, and 12.000 ppm, as well as tap water and abate solution for control groups in different container, each with 3 replicates . Egg hatchability test and its outgrowth divided into two treatments, immersed into extract with and without change of media. The bioassay for susceptibility of insecticides (WHO, 1981) was used in the test of larvae mortality at the same concentration of egg hatchability test. The results showed that methanolic extract of patikan kebo give inhibitory effectivities to the egg hatchability up to 85% (12.000 ppm), the larva outgrowth to the pupae start 96% (2.000 ppm) up to 100% (6.000 ppm). Inhibition of the pupae outgrowth to the adult mosquito shows 100% at concentration 2.000 ppm with change of media test and at concentration 6.000 ppm without change of media. The value of LC50-24 hours and LC50-48 hours is 5.258,16 ppm and 3.444,41 ppm. Increasing concentration of extract caused the higher level of mortalities.
Kata Kunci : DBD, Aedes aegypti, Euphorbia hirta, mortalitas, daya tetas telur, ekstrak metanol