Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN JAMUR MIKORIZA ARBUSKULAR, JENIS PUPUK FOSFAT DAN TAKARAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEBU (Saccharum officinarum L.) PADA MEDIA PASIR PANTAI

HELENA LEOVINI, Dody Kastono, S.P., M.P.

2014 | Skripsi | AGRONOMI

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamur mikoriza arbuskular (JMA), jenis pupuk fosfat, dan takaran kompos yang tepat terhadap pertumbuhan bibit tebu (Saccharum officinarum L.) pada media pasir pantai. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang dilaksanakan di kebun percobaan Banguntapan milik Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mulai bulan November 2012 sampai Maret 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) tiga faktor dengan 3 blok. Faktor pertama adalah perlakuan JMA yang terdiri dari 2 aras, yaitu kontrol tanpa pemberian JMA (M0) dan dengan pemberian JMA (M1). Faktor kedua adalah takaran kompos yang terdiri dari 2 aras, antara lain 10 ton/ha kompos (K1) dan 20 ton/ha kompos (K2). Faktor ketiga adalah jenis pupuk fosfat yang terdiri dari 2 aras, antara lain pupuk SP-36 300 kg/ha (P1) dan batuan fosfat yang setara dengan 300 kg/ha SP-36 (P2). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dengan α = 5 %. Apabila perlakuan menunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan α = 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pemberian JMA dengan pupuk SP-36 dan takaran kompos 20 ton/ha merupakan kombinasi terbaik dalam menghasilkan berat segar tajuk, berat kering tajuk, dan berat kering total tanaman tebu pada umur 80 hst. Tidak terdapat interaksi antar perlakuan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah ruas batang, panjang ruas batang, jumlah anakan, luas daun, volume akar, berat segar akar, berat segar total, dan berat kering akar. Perlakuan pemberian JMA memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan tanpa JMA pada komponen pertumbuhan tanaman tebu secara umum. Perlakuan takaran kompos 20 ton/ha memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan takaran kompos 10 ton/ha pada komponen pertumbuhan tanaman tebu secara umum.

This research purposed to reveal the effect of arbuscula mycorrhizal fungi (AMF) application with phosphate fertilizer and compost dosage precisely to seedling growth of sugarcane (Saccharum officinarum L.) on coast sand medium. It was conducted in a plant field of Banguntapan belonging to Agriculture Faculty of Gadjah Mada University in Daerah Istimewa Yogyakarta. It was started from November 2012 until March 2013. The experimental design applied the randomized complete block design (RCBD) with 3 factors and 3 blocks. The first factor was AMF treatment consisting of 2 levels, i.e. without AMF (M0) and with AMF (M1). The second factor was compost dosage consisting of 2 levels, i.e. 10 ton/ha (K1) and 20 ton/ha (K2). The third factor was kind of phosphate fertilizer consisting of 2 kinds, i.e. SP-36 300 kg/ha (P1) and phosphate rocks equalized to 300 kg/ha of SP-36 (P2). The collected data were analyzed then by means of analysis of variance (ANOVA) applying level of significance α = 5 %. Whenever the significant differences among treatments were found, further analysis was carried out by applying a Duncan Multiple Range Test (DMRT) of α = 5 %. The results showed that the interaction between giving AMF treatment with SP-36 fertilizer and compost dosage 20 ton/ha significantly affected shoot fresh weight, shoot dry weight, and total dry weight of sugarcane growth 80 days after the planting (dap). There was no interaction among the treatments in some parameters, such as plant weight, leaf quantity, stem diameter, internode quantity, internode length, sub plant quantity, leaf area, root volume, root fresh weight, total fresh weight, and root dry weight. The treatment with AMF gave the better result than the treatment without AMF in growth component of sugarcane generally. The treatment of dosage compost 20 ton/ha gave the better result than the treatment of dosage compost 10 ton/ha in growth component of sugarcane generally.

Kata Kunci : JMA, tebu, pupuk fosfat, kompos, media pasir pantai.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.