STATUS KARIES GIGI MASYARAKAT PEMBUAT GULA KELAPA DUSUN TIRTO KABUPATEN KULON PROGO
ASTIN ANIFAH HAWA, drg. Sri Rezeky Damayanti, M.Kes; Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes
2014 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGIKaries gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dikeluhkan masyarakat. Salah satu penyebab terjadinya karies gigi adalah konsumsi gula yang berkepanjangan. Semakin sering seseorang mengonsumsi gula maka semakin tinggi risiko terjadinya karies gigi. Masyarakat pembuat gula kelapa memiliki kebiasaan mengonsumsi gula kelapa sisa yang tidak tercetak sebagai camilan setiap hari sehingga mereka memiliki risiko lebih tinggi mengalami karies gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan status karies gigi antara masyarakat pembuat gula kelapa di Dusun Tirto dan masyarakat bukan pembuat gula kelapa di Dusun Duwet Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Subjek penelitian adalah masyarakat pembuat dan bukan pembuat gula kelapa dengan jumlah 72 orang. Subjek diambil dengan teknik matching dengan mengendalikan usia dan frekuensi menyikat gigi. Pada penelitian ini, status karies gigi diukur dengan indeks DMF-T. Analisis data yang digunakan adalah uji-t tidak berpasangan untuk mengetahui perbedaan rerata karies gigi antara kelompok pembuat dan bukan pembuat gula kelapa dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis uji-t tidak berpasangan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan status karies gigi yang bermakna antara kelompok masyarakat pembuat gula kelapa dan bukan pembuat gula kelapa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah status karies gigi masyarakat pembuat gula kelapa lebih tinggi dibandingkan masyarakat bukan pembuat gula kelapa
Dental caries is a common dental and oral health problem mostly complained by community. One of the causes of dental caries is a prolonged time of sugar consumption. The more often a person consumes sugar, the higher risk of dental caries will get. The community of sugar maker has a habit to consume rest of coconut sugars that don’t use in production as a daily snacks therefore they have a higher risk to get the dental caries. The purpose of this research was to know about the difference of dental caries status between a group of coconut sugar maker in Dusun Tirto and a group of non sugar maker in Dusun Duwet Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. The research was a comparative research. The subjects were 72 people in both groups of coconut sugar maker and control group. The subjects were selected using matching techniques by controlling the ages and frequency of tooth brushing. In this research, dental caries status was measured by DMF-T index. Unpaired T-test was used as a data analysis to know the difference of mean of dental caries between a group of coconut sugar maker and a group of non sugar maker with 95% level of confidence. The result of unpaired t-test analysis showed a significance difference value of 0,000 (p<0,05). This result showed that there was a significant difference in dental caries status between a group of coconut sugar maker and a group of non sugar maker. In conclusion, the dental caries status of people in a group of coconut sugar maker was higher than people in a group of non sugar maker.
Kata Kunci : status karies gigi, perilaku konsumsi gula