Laporkan Masalah

KERAGAAN PERTUMBUHAN AWAL ENAM KLON TEBU (Saccharum officinarum L.) ASAL SEDIAAN BIBIT BAGAL, MATA RUAS TUNGGAL, DAN MATA TUNAS TUNGGAL

DEVITA AREIFVIA NINGSIH, Dr. Ir. Taryono, M.Sc.

2014 | Skripsi | PEMULIAAN TANAMAN

Gula merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok masyarakat dan industri. Untuk meningkatkan perekonomian gula nasional maka dibutuhkan produktivitas tinggi yang ditentukan oleh daya hasil tebu per rumpun dan rendemen. Daya hasil rumpun dan rendemen salah satunya dipengaruhi oleh bahan bibit. Karena pentingnya bahan bibit maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh bahan bibit yaitu bagal sebagai kontrol, mata ruas tunggal dan mata tunas tunggal terhadap kualitas bibit dan pertumbuhan awal tanaman di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Tridarma, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan September 2012 sampai Maret 2013, dan di pindah tanam setelah tanaman tebu berumur 2 bulan pada bulan November 2012. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan percobaan menggunakan rancangan perlakuan faktorial 6 x 3 dalam rancangan lingkungan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor yang terdiri dari enam klon tebu dan tiga tipe bahan bibit berupa bagal, mata ruas dan mata tunggal tunggal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi pada gaya berkecambah, indeks vigor, jumlah daun, jumlah ruas, jumlah anakan, luas daun, volume akar, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tajuk dan berat kering tajuk antara klon dengan tipe bahan bibit. Pertumbuhan awal tanaman di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda-beda pada setiap bahan bibit tergantung jenis klonnya. Berdasarkan berat segar tajuk, klon PS 881 cocok dibudidayakan dengan tipe bahan bibit bagal. Klon PS 864 cocok dibudidayakan dengan tipe bahan bibit bud set. Klon PSJT 941 dan Kidang Kencana cocok dibudidayakan dengan tipe bahan bibit bud chip. Klon Bululawang dan VMC 86- 550 cocok dibudidayakan menggunakan ketiga bahan bibit.

Sugar is one of community and industry daily demands. To improve national sugar economics, high productivity that is dependent on sugarcane final yield and sucrose content is required. Sugarcane final yield and sucrose content are influenced by planting material. Due to the important of planting material, this study is intended to examine the influence of planting materials i.e. cutting as a control, bud set and bud chip, toward seed quality and the early growth of cane plant in the field. This study was conducted in Tridarma research field, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta on September 2012 until March 2013, and transplanting of two month old seedling was done on November 2012. This study used factorial 6x3 in completly randomize (RAL) design, with two factor, which are six clones of sugarcane and three types of seedling materials that are cutting, bud set, and bud chip. The results showed that there were an interactions between both factors on germination rate, vigor index, leaf numbers, internode numbers, tillers numbers, leaf area, root volume, root fresh weight, root dry weight, shoot fresh weight, and shoot dry weight. The early growth of the cane plants was dependent on the clone. According to shoot fresh weight, cutting was suitable for PS 881 and Bululawang clones. Bud sett for PS 864 clone, whereas bud chip for PSJT 941 and Kidang Kencana. Three seedling materials could be fitted to Bululawang and VMC 86-550.

Kata Kunci : Klon, tebu, tipe bahan bibit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.