Laporkan Masalah

KONTESTASI GERAKAN KOMUNITAS PETANI ORGANIK DI ERA GLOBALISASI (Studi Pada Komunitas Petani Organik Subur Nggabur, Dusun Suren, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, DIY)

FA.BAMBANG NILOKOCO, Drs. Purwanto, SU, M.Phill

2014 | Skripsi | Sosiologi

Pergeseran pola konsumsi petani, kondisi anak-anak serta generasi muda dalam bidang pertanian tidak bisa terelakkan. Petani lebih suka membeli daripada menanam serta regenerasi pertanian tidak berjalan. Anak- anak maupun generasi muda tidak tertarik dengan bidang pertanian. Kondisi ini salah satunya terjadi di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keprihatinan-keprihatinan tersebut melatarbelakangi terbentuknya Komunitas Subur Nggabur, terdiri dari petani-petani muda yang sebelumnya tidak menjadi petani, bekerja merantau di kota. Komunitas ini terbentuk tanpa campur tangan pihak manapun, terbentuk secara mandiri untuk melakukan perlawanan terhadap perubahan mentalitas petani dan menumbuhkan kecintaan anak-anak serta generasi muda terhadap pertanian. Pertanian organik dipilih sebagai wadah untuk mencapai tujuan gerakan mereka. Penelitian ini dilakukan di tempat Komunitas Subur Nggabur melakukan aktivitas pertanian organik yaitu di Dusun Suren, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Subjek penelitian adalah Komunitas Subur Nggabur itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dengan perumusan masalah: Bagaimana strategi gerakan sosial Komunitas Petani Organik Subur Nggabur menghadapi ketidakmandirian petani serta sektor pertanian yang semakin ditinggalkan oleh anak-anak dan generasi muda? Faktor-faktor pendukung lahirnya Komunitas Subur Nggabur yaitu adanya karakteristik masyarakat Desa Pagerharjo berdaya juang tinggi sejak dulu serta kondisi lahan pertanian yang masih subur. Serta kesamaan-kesamaan ikatan keagamaan ternyata sangat efektif dalam melakukan sebuah gerakan. Strategi-strategi gerakan sosial untuk menjaga keberlanjutan gerakan dan mencapai tujuan mereka adalah (a) Refleksi Diri (b) Interaksi-komunikasi sosial melalui perjumpaanperjumpaan di ruang-ruang informal (c)Membangun dan memperkuat Jaringan Sosial. Strategi-strategi tersebut membuat Komunitas Subur Nggabur tetap bertahan sampai sekarang dan semakin kuat. Memiliki banyak jaringan atau relasi, menjadi sumber banyak pihak untuk belajar mengenai pertanian organik dan pendampingan anak dalam bidang pertanian.

-

Kata Kunci : komunitas, pertanian organik, gerakan sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.