STRUKTUR DAN DINAMIKA POPULASI MERBAU [Intsia bijuga (Colebr.) O. Kuntze] BERBASIS MODEL PERSAMAAN STRUKTURAL DI TWA GUNUNG MEJA MANOKWARI
Elieser Y. I. V. Sirami, Dr. Ir. Ronggo Sadono; Prof. Dr. Ir. H. Djoko Marsono
2014 | Tesis | S2 Ilmu KehutananTaman wisata alam (TWA) Gunung Meja merupakan salah satu habitat alam Intsia bijuga, prototipe hutan berkarang di Utara Papua untuk studi ekologi dan botani hutan. Penelitian ini bertujuan membuat model persamaan struktural dinamika populasi I. bijuga di TWA Gunung Meja Manokwari. Pengambilan data hanya pada area yang ditumbuhi merbau dengan menggunakan teknik plot kuadrat. Data yang dikumpulkan yaitu tutupan tajuk, struktur dan komposisi vegetasi, jenis penutup tanah, struktur I. bijuga, ketinggian tempat dan kemiringan. Variabel untuk membuat model adalah kerapatan semai dan pancang, diameter, tinggi dan volume I. bijuga, volume, diameter, tinggi, kerapatan permudaan jenis lain, kerapatan jenis penutup tanah, persentase tutupan tajuk, ketinggian tempat dan kelerengan, semua variabel tersebut diolah menggunakan AMOS 20. Model yang dihasilkan dapat diterima karena telah valid dengan nilai RMSEA 0,063 GFI 0,921, CMIN/df 1,641, derajat bebas 64, lamda (λ) dari kedelapan variabel manifest > 0,5. Jika variabel lingkungan meningkat satu satuan akan meningkatkan populasi semai I. bijuga sebesar 0,405 satuan, populasi pancang meningkat 0,213 satuan, volume tiang meningkat 0,071 satuan dan volume pohon berkurang 0,035 satuan. Pengaruh faktor lingkungan terhadap perubahan populasi I. bijuga berbanding terbalik dengan fase pertumbuhannya. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa, semakin bertambah umur populasi semakin berkurang ketergantungannya terhadap faktor lingkungan, namun akan kembali menghasilkan permudaan yang ketergantungannya terhadap faktor lingkungan sangat besar. Fase peralihan ini menunjukan bahwa dinamika populasi Intsia bijuga, sangat bergantung pada kondisi faktor lingkungan
Gunung Meja Natural Tourism Park its one of merbau natural habitat and serves as a prototipe of limestone forest in the Northern part of Papua that is intended for forest ecology and botanical study. The objectives of this research is to propose a structural equation modeling of merbau to analyze population dynamics in Gunung Meja natural tourism park of Manokwari. Data were only collected in areas that merbau grown using quadratic unit sampling technique. Data collection including conopy coverage, structure and composition of vegetation, ground vegetation species, merbau structures, elevation and gradient. The variables used in the models are density of merbau, density of others young plant species, density of ground coverage species, tree hight, tree diameter, percentage of canopy coverage, elevation, gradient which is procesed hereafter by AMOS 20. Models accepted because it has been fited by RMSEA 0,063, GFI 0,912, CMIN/df 1,641, df 64, and lamda values from eight manifest variable > 0.05. If the enviromental variables increased by one units, it would be escalate population of merbau seedling around 0,405 units, sapling also be going up about 0,213 unit, pole volume be raise of 0,071 units, but tree volume were going down about 0,035 units. Enviromental efect on merbau population changes was inversly proportional to its growth stages. Such a phenomenon indicated that if the increasing of population ages, so it would be reducing the dependency rate on environment factors. That phase has been showed that population dynamic of I. bijuga was largely determinated by the enviromental factors
Kata Kunci : Struktur, dinamika populasi, model persamaan struktural, Intsia bijuga, habitat alam