Laporkan Masalah

AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK LARUT AIR DAN PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.) G. Don ) TERHADAP LARVA INSTAR III Aedes aegypti

LAILY AGIE HERNAWATI, Prof. Dr. phil. nat. Sudarsono, Apt.

2013 | Skripsi | FARMASI

Nyamuk Aedes aegypti diketahui sebagai vektor penyakit menular demam berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun 2011 sampai bulan Agustus tercatat 24.362 kasus dengan 196 kematian (Ditjen P2PL Depkes RI, 2011). Salah satu pencegahan dari penyakit DBD adalah memberantas nyamuk dengan menggunakan larvasida. Namun, penggunaan larvasida sintetik yang berlebihan memiliki dampak negatif, diantaranya pencemaran lingkungan dan resistensi serangga.Penelitian daya larvasida ekstrak larut air daun tapak dara (Catharanthus roseus) terhadap larva Ae. aegypti bertujuan untuk mencari alternatif insektisida dari bahan alam yang lebih ramah lingkungan. Senyawa alkaloid pada tanaman tapak dara dilaporkan bersifat polar yang toksis terhadap berbagai jenis larva nyamuk. Ekstraksi daun tapak dara diperoleh melalui proses refluks dalam air suling. Identifikasi senyawa daun tapak dara dilakukan dengan uji pengendapan alkaloid dan teknik kromatografi lapis tipis (KLT).Pengujian larvasida dilakukan terhadap larva instar III sesuai standar WHO. Pada kelompok perlakuan, subjek uji diberi larutan uji berupa ekstrak larut air daun tapak dara dalam media air suling. Adapun kelompok kontrol hanya diberi air suling tanpa diberi ekstrak larut air daun tapak dara. Kedua kelompok pengujian ini diamati setelah 24 jam perlakuan. Data uji akhir dianalisis dengan analisis probit untuk menghitung LC50dan LC90. Analisis profil metabolit dilakukan dengan metode pengendapan dan KLT-densitometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak larut air daun tapak dara yang mengandung alkaloid memiliki aktivitas sebagai larvasida terhadap Ae. aegyptidengan harga LC50 sebesar 1,962 dengan kisaran batas bawah 1,540μg/L dan batas atas 2,498 μg/Ldan LC90 sebesar 7,936 μg/L dengan kisaran batas bawah 4,067 μg/L dan kisaran batas atas 15,485μg/L. Senyawa yang terdapat di dalam ekstrak adalah senyawa yang bersifat basa, diduga alkaloid dengan kadar relatif sebesar 22,53%.

-

Kata Kunci : larvasida, Aedes aegypti, tapak dara, KLT.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.