Laporkan Masalah

EPIZOOTIK ENTOMOPATOGEN NOMURAEA RILEYI PADA CROCIDOLOMIA BINOTALIS DI KABUPATEN MAGELANG

AHMAD SAEPULLAH, Tri Harjaka, S.P., M.P.

2014 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Ulat jantung kubis Crocidolomia binotalis Zell. merupakan salah satu hama penting pada pertanaman kubis. Pengendalian C. binotalis umumnya masih mengandalkan penggunaan insektisida kimia sintetik yang dapat menimbulkan efek negatif bagi manusia maupun lingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan insektisida kimia sintetik adalah dengan memanfaatkan musuh alami dari hama tersebut. Jamur entomopatogen (Nomuraea rileyi) merupakan salah satu musuh alami dari C. binotalis dan diperkirakan dapat menimbulkan mortalitas yang cukup tinggi (epizootik).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian epizootik jamur N. rileyi sebagai musuh alami ulat jantung kubis C. binotalis pada bulan Oktober 2012 hingga Januari 2013 di Kecamatan Sawangan dan Pakis, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Larva C. binotalis yang terdapat di pertanaman kubis diambil dari 5 lahan (3 di Kecamatan Sawangan dan 2 di Kecamatan Pakis).Masingmasing lahan diambil 2 tanaman yang terdapat larva C. binotalis lebih dari 20 ekor/tanaman. Pengambilan sampel larva C. binotalis di lapangan dilakukan 10 kali dengan interval 10 hari selama bulan Oktober 2012 hingga Januari 2013. Setiap pengambilan sampel, dilakukan pengamatan suhu dan kelembaban udara serta hari hujan yang terjadi di lokasi pengambilan sampel.Larva C. binotalis beserta tanaman kubis dari lapangan kemudian dibawa ke laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian, UGM untuk diamati pertumbuhan dan perkembangannya setiap 2 hari sekali hingga larva mencapai fase imago.Larva C. binotalis yang mati sebelum mencapai fase imago dihitung dan dicatat penyebabnya.Hasil pengambilan sampel larva C. binotalis dan pengamatan kondisi lingkungan di lapangan menunjukkan adanya hubungan antara perubahan suhu dan kelembaban udara dengan populasi larva C. binotalis.Hasil pengamatan mortalitas larva C. binotalis di laboratorium menunjukkan bahwa tidak terdapat kaitan antara penurunan populasi larva C. binotalis di lapangan dengan infeksi jamur N. rileyi. Persentase mortalitas larva C. binotalis di laboratorium sebesar 2.5% pada pengamatan ke-7. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi epizootik jamur N. rileyi sebagai musuh alami C. binotalis di Kecamatan Sawangan dan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada bulan Oktober 2012 hingga Januari 2013.

The cabbagehead caterpillar Crocidolomia binotalis Zell. is one of the most important pests on cabbage. Chemical synthetic insecticide was still use for controlling C. binotalis which cause negative effects to humans and the environment. One method to reduce the use of chemical synthetic insecticides is the utilization of the natural enemies of the pests. Entomopathogenic fungi (Nomuraea rileyi) is one of the natural enemies of C. binotalis and can cause high mortality (epizootic). This study aimed to determine the incidence of epizooticN. rileyi as a natural enemies of C. binotalis in Sawangan and Pakis, Magelang, Jawa Tengahin October 2012 until January 2013. The larvae of C. binotalis in cabbage was taken from 5 field (3 in Sawangan and 2 in Pakis). In the each areathe larvae was taken from 2 plants which had C. binotalislarvae more than 20 per-plants. Sampling larvae ofC. binotalis from the field taken 10 times at interval of 10 days during October 2012 until January 2013. Temperature, humidity and rainfall at the sampling site was observe when taking sample. The larvae of C. binotalis with cabbage from the field was taken to the Laboratory of Biological Control, Agriculture Faculty, Universitas Gadjah Mada and observed the larvae growth every 2 days until the larvae reach the imago phase. The larvae of C. binotalis which die before reach the imago phase was calculated and recorded the cause. The results of the larvae sampling and environmental conditions observation in the field suggested a relation between temperature and humidity changes with population of C. binotalis larvae. The mortality observation of C. binotalis larvae in the laboratory did not indicate a relation between population decline ofC. binotalislarvae in the field with infection ofN. rileyi. Mortality percentage of C. binotalis larvae cause by N. rileyiin the laboratory only 2.5 % in the 7th observation. Epizootic of N. rileyior natural enemy of C. binotalis did not occur in Sawangan and Pakis, Magelang, Jawa Tengah in October 2012 until January 2013 .

Kata Kunci : Crocidolomia binotalis, Nomuraea rileyi, epizootik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.