PENGARUH SUHU DAN TEKANAN PENGEMPAAN TERHADAP SIFAT DENSIFIKASI DAN PEREKATAN KAYU JATI PLUS PERHUTANI UMUR 5 TAHUN
NGENGER GAYUH L, Prof. Ir. T.A. Prayitno, M.For., Ph.D.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTANKayu Jati Plus Perhutani (JPP) berumur 5 tahun masih memiliki kerapatan yang rendah, tentunya hal ini akan mengakibatkan pemanfaatannya yang terbatas. Salah satu perlakuan yang telah terbukti dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan sifatsifat kayu tersebut adalah dengan densifikasi (densifying), baik secara impregnasi (impregnation) maupun pengempaan (compression). Pada penelitian ini dilakukan pengempaan kayu pada suhu dan tekanan tertentu selama jangka waktu yang ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi suhu dan tekanan pengempaan terhadap sifat densifikasi dan perekatan kayu JPP umur 5 tahun. Contoh uji berukuran 2 x 2 x 15 cm berasal dari JPP tahun tanam 2006 dari KPH Cepu. Densifikasi yang dilakukan menggunakan variasi suhu pengempaan 170, 185 dan 200°C dan dikombinasikan dengan variasi tekanan pengempaan 500, 1000 dan 1500 kg/cm² selama 5 menit. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan acak lengkap (Completely Randomized Design) yang disusun dengan percobaan secara faktorial dengan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi pemampatan volume, persentase pemampatan volume, peningkatan jumlah pembuluh per satuan luas, persentase peningkatan jumlah pembuluh per satuan luas, kerapatan, keteguhan rekat dan persentase kerusakan kayu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara suhu dan tekanan pengempaan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pemampatan volume, persentase pemampatan volume, peningkatan jumlah pembuluh per satuan luas dan persentase peningkatan jumlah pembuluh per satuan luas. Faktor suhu pengempaan berpengaruh sangat nyata terhadap kerapatan. Faktor tekanan berpengaruh sangat nyata terhadap kerapatan dan persentase kerusakan kayu. Kombinasi suhu 185°C dan tekanan 1500 kg/cm² menghasilkan nilai tertinggi pada pemampatan volume sebesar 30,89 cm³, persentase pemampatan volume sebesar 44,80 %, pertambahan jumlah pembuluh per satuan luas sebanyak 76 buah dan persentase pertambahan jumlah pembuluh sebesar 47,17 %.
Five years old Perhutani superior teak or Jati Plus Perhutani (JPP) has low density. Surely this affected on limited utilization of wood. One treatment has proven to improve quality and properties of the wood is densification. Densification consists of two technique i.e. Impregnation and compression. This research is purpose to determine interaction of temperature and pressure on densification and wood adhesion properties of five years old JPP wood. Samples selected from JPP plant on Perhutani KPH Cepu. Samples made with size 2 x 2 x 15 cm. Densification is performed by variation of pressing temperature i.e. 170, 185 and 200 °C and combined with variation of pressing pressure i.e. 500, 1000 and 1500 kg/cm² for 5 minutes. This research is using completely randomized design with three replications on factorial experiment. The parameters that observe i.e. compression volume, percentage of compression volume, the increases of number vessels by unit area, percentage of the increases of number vessels by unit area, density, bonding strength and percentage of wood damage. The result of the research shows that interaction of pressing pressure and temperature gives different effect on following parameters i.e. compression volume, percentage of the compression volume, the increase of number vessels by unit area, and percentage of the increases of number vessels by unit area. Temperature of pressing gives different effect on density. Pressure of pressing gives different effect on density and percentage of wood damage. The combination of pressing pressure and temperature 1500 kg/cm² ; 185°C generate highest results following 30.89 cm³ compression volume, 44.80 % presentage of compression volume, 76 pieces the increase of number vessels per unit area, and 47.17% percentage the increase of number vessels.
Kata Kunci : Jati Plus Perhutani, densifikasi, perekatan kayu.