Laporkan Masalah

PENGARUH RESIDU PEMBERIAN VINASSE DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir.)

MASLIKHATUL UMAMI, Ir. Sriyanto Waluyo, M.Sc.

2014 | Skripsi | AGRONOMI

ika terdapat Penelitian dengan judul Pengaruh Residu Pemberian Vinasse dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir.) bertujuan untuk mengetahui dampak residu pemberian vinasse dan pupuk kalium yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Tridharma Jurusan Budidaya, Fakultas Pertanian UGM, Bantul, Yogyakarta pada bulan Februari-Maret 2013 dengan menggunakan kangkung darat varietas Bangkok LP-1. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor, faktor pertama adalah residu pemberian vinasse inkubasi yang terdiri dari 4 aras yaitu residu pemberian vinasse inkubasi 5, 10, 15, dan 20 hari. Dan faktor kedua adalah residu takaran pupuk kalium yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa pupuk K, setengah dosis anjuran pupuk K, dan residu pupuk K sesuai anjuran, sehingga total percobaan sebanyak 12 unit dan masing-masing diulang sebanyak 3 ulangan. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) dengan tingkat signifikan 95%, j beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik ditunjukkan pada perlakuan residu pemberian vinasse inkubasi selama 10 hari dengan pupuk kalium 100 kg/ha (V2K1) dapat meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, dan berat segar tajuk. Indek panen tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Vinasse yang merupakan limbah organik cair dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi (berkisar 160-399 mm/bulan) selama penelitian kemungkinan unsur hara yang dilepas vinasse maupun kalium sudah terlindi oleh air hujan.

This r esearch aims to determine the impact residual effect of vinasse and potassium fertilizers on growth and yield of land kale. This experiment using land previously contained residual vinasse treatment incubation and residual potassium fertilizer and then planted of land kale. The experiment was conducted at the experimental farm Tridharma Cultivation Department, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, in February-March 2013 using land kale varietie Bangkok LP-1. Research design in a completely randomized design (CRD) by using two factors, the first factor was the residual of vinasse incubation consisted four levels, namely residual effect of vinasse incubation 5, 10, 15 and 20 days. The second factor was the potassium fertilizer application that consisted of three levels: without potassium fertilizer, half the recommended dose of potassium fertilizer, and potassium fertilizer as recommended, so that the total of treatment as much as 12 units and each was repeated three replications. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA) with a significant level of 95 %. There is a significant difference followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) with a significant level of 95%. The results best combination treatment is residual vinasse incubation 10 days with 100 kg/ha of potassium fertilizer (V2K1) can increase plant height, stem diameter, and fresh weight of the canopy. Harvest index did not significant treatments. Vinasse which is a liquid organic waste with rainfall conditions are quite high (ranging from 160-399 mm/month) during the study the possibility of nutrients released vinasse and potassium has been leached by rain water.

Kata Kunci : residu, inkubasi vinasse, pupuk kalium, kangkung darat, pertumbuhan dan hasil.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.