PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN LIPID PADA MIKROALGA Tetraselmis sp. DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI CAHAYA MERAH-BIRU DAN STARVASI NITROGEN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BIODIESEL
THORIQ TEJA SAMUDRA, Eko Agus Suyono, M.App.Sc.
2014 | Skripsi | BIOLOGITetraselmis sp. merupakan salah satu mikroalga sumber biodiesel yang potensial, tetapi produksi biomassa dan kandungan lipidnya masih belum optimal. Penggunaan cahaya merah dan biru serta starvasi Nitrogen diketahui mampu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh cahaya merah dan cahaya biru serta starvasi nitrogen untuk meningkatkan biomassa dan kandungan lipidnya. Penelitian ini menggunakan mikroalga Tetraselmis sp. yang ditumbuhkan dalam medium f/2 selama 14 hari dibawah perlakuan cahaya merah atau biru. Pada hari ke 7, medium pertumbuhan mikroalga diganti dengan medium f/2 tanpa Nitrogen dan 50% Nitrogen dari resep medium f/2. Nitrogen medium f/2 dalam jumlah normal dan cahaya putih digunakan sebagai kontrol. Jumlah sel mikroalga dihitung tiap hari menggunakan haemocytometer, berat kering diukur pada hari ke 1, 3, 5, 7 dan 14. Kandungan karbohidrat dihitung dengan metode fenol-asam sulfat, kandungan klorofil dihitung menggunakan metode Jeffrey and humprey’s trichromatic equation diambil pada hari ke 1, 3, 5, 7 dan 14. Kandungan lipid dihitung menggunakan metode staining dengan nile red diambil pada hari ke 7 dan ke 14. Kandungan lipid yang paling tinggi didapatkan pada perlakuan kombinasi medium f/2 starvasi tanpa nitrogen dan pencahayan sinar biru yakni sebesar 15,89%. Perlakuan sinar merah meningkatkan jumlah sel hingga 200%. Sementara sinar biru dapat meningkatkan berat kering mikroalga hingga 150%.
Tetraselmis sp. is a potential microalgae as source for biodiesel, however, its biomass and lipid content are not optimal yet. It is reported that blue and red light as well as Nitrogen starvation could overcome the problems. Therefore, the research aim was to study the effect of blue and red light as well as Nitrogen starvation to enhance the biomass and lipid content. This study used microalgae Tetraselmis sp. grown in medium f/2 for 14 days under red light and blue light. At 7 th day, growth medium of microalgae replaced with f/2 medium without Nitrogen and medium f/2 with 50% nitrogen of/2 the recipe. Normal amount of nitrogen of f/2 medium and white light were used as control. Number of microalgae cells was counted using a haemocytometer and dry weight was taken on days 1, 3, 5, 7 and 14. Carbohydrate content was calculated by phenol – sulfuric acid method, chlorophyll content was calculated using Jeffrey and Humphrey's trichromatic equation taken on days 1, 3, 5, 7 and 14. Lipid content was calculated using nile red staining method at day 7 and 14. The highest lipid content was found in the starvation medium without nitrogen under blue light treatment which is 15.89%. Red light treatment increased the number of cells up to 200%. While blue light increased dry weight of microalgae up to 150%.
Kata Kunci : Tetraselmis sp., bahan bakar nabati, sinar merah, sinar biru, starvasi Nitrogen.