HUBUNGAN SIFAT FISIOLOGIS TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DAN KETERGANTUNGANNYA TERHADAP MIKORIZA
ELLIA HABIB M, Ir. Sriyanto Waluyo, M.Sc.
2014 | Skripsi | AGRONOMIPenelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta mulai bulan Januari sampai Mei 2013 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan delapan belas kultivar kedelai (Glycine max (L.) Merr.) yang diinokulasi jamur mikoriza arbuskular dan mencari hubungan sifat fisiologis delapan belas kultivar kedelai (Glycine max (L.) Merr.) dengan tingkat ketergantungan jamur mikoriza arbuskular. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 18x2 masing-masing 3 ulangan. Faktor pertama adalah kultivar kedelai terdiri dari 18 aras, yaitu : Grobogan, Burangrang, Sibayak, Kaba, Tanggamus, Anjasmoro, Argomulyo, Wilis, Panderman, Ijen, Baluran, Galunggung, Petek, Garut, Gepak Kuning, Malabar, Seulawah, dan Sinabung. Faktor kedua adalah inokulasi mikoriza, terdiri dari 2 aras yaitu tidak diinokulasi mikoriza dan diinokulasi mikoriza. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori tingkat ketergantungan mikoriza yaitu kategori tinggi (Kultivar Kaba, Wilis dan Baluran), kategori sedang (Kultivar Grobogan, Anjasmoro, Argomulyo, Petek, Garut, Malabar dan Seulawah) dan kategori rendah (Kultivar Burangrang, Sibayak, Tanggamus, Panderman, Ijen, Galunggung, Gepak Kuning dan Sinabung) serta kandungan klorofil daun, jumlah stomata dan laju transpirasi tidak ada hubungannya dengan nilai ketergantungan mikoriza sedangkan laju fotosintesis dapat meningkatkan nilai ketergantungan mikoriza.
The research had been conducted at Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta since January to May 2013 to know the degree of dependence of eighteen soybean cultivars (Glycine max (L.) Merr.) that inoculated of mycorrhizal arbuscula fungi and found the relation of eighteen soybean cultivars (Glycine max (L.) Merr.) physiological characteristic. The experimental design applied the Completely Randomized Design (CRD) in factorial 18x2 with three replication. The first factor was soybean cultivars consisted of 18 levels, there were Grobogan, Burangrang, Sibayak, Kaba, Tanggamus, Anjasmoro, Argomulyo, Wilis, Panderman, Ijen, Baluran, Galunggung, Petek, Garut, Gepak Kuning, Malabar, Seulawah, and Sinabung. The second factor was inoculation mycorrhiza, consisted of 2 levels, there were without inoculation mycorrhiza and with inoculation mycorrhiza. The collected data then were analyzed by means of analysis of variance (Anova) applying level of significanced α = 5%. The result shows there are three categories the degree of mycorrhizal dependency which are highly dependent (Kaba, Wilis, and Baluran cultivar), moderately dependent (Grobogan, Anjasmoro, Argomulyo, Petek, Garut, Malabar and Seulawah cultivar) and marginally dependent (Burangrang, Sibayak, Tanggamus, Panderman, Ijen, Galunggung, Gepak Kuning and Sinabung cultivar). The chlorophyll content of leaf, the number of stomata and also transpiration rate unrelated with mycorrhizal dependency value whereas photosynthetic rate increases mycorrhizal dependency value.
Kata Kunci : Kedelai, sifat fisiologis, ketergantungan, mikoriza