Laporkan Masalah

PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK MERAPI VARIASI 35% DAN 40 % SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI SEMEN PADA BETON NON PASIR UNTUK STRUKTUR BRONJONG

RYAN NUGRAHA, Prof. Ir. Iman Satyarno, M.E., Ph.D.

2014 | Skripsi | TEKNIK SIPIL

Bencana meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010 menyisakan banyak material, seperti abu vulkanik dan bantak yang belum termanfaatkan dengan baik. Abu vulkanik termasuk kedalam bahan pozolan alami karena mengandung unsur silika (SiO2) dan alumina (Al2O3) sehingga dapat mengurangi pemakaian jumlah semen Portland dalam suatu adukan beton. Sementara bantak adalah material batuan yang menjadi limbah dari sisa penambangan pasir di sungai-sungai. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai pembuatan beton non pasir dengan campuran semen, abu vulkanik dan bantak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu vulkanik sebagai substitusi semen terhadap sifat fisis dan teknis beton non pasir serta mengurangi penimbunan limbah yang ada pasca meletusnya gunung berapi dengan bahan yang ramah lingkungan. Benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk menguji kuat tekan, balok dengan ukuran panjang 500 mm, lebar 150 mm dan tinggi 150 mm, dan permeabilitas dengan ukuran sama seperti selinder beton, tapi mengunakan cetakan paralon dengan tinggi 600 mm. Hasil pengujian kuat tekan beton maksimum untuk variasi abu vulkanik 35% adalah 13,696 MPa untuk umur 28 hari, 14,266 umur 56 hari, variasi abu vulkanik 40% adalah 12,253 MPa untuk umur 28 hari, 12,759 MPa untuk umur 56 hari. Kuat lentur balok variasi abu vulkanik 0%,35%, dan 40% berturut-turut 1,561 MPa, 1,443 MPa, dan 1,225 MPa. Hasil uji permeabilitas beton didapatkan variasi abu vulkanik 0%,35%, dan 40% berturut-turut 2,57x 10-6 cm/detik, 2,78x 10-6 cm/detik, dan 2,88x 10-6 cm/detik. Hasil leaching beton non pasir variasi 35% dan 40% memenuhi baku mutu air standar golongan D.

Mount Merapi eruption in 2010 leaves a lot of material, such as volcanic ash and bantak are not utilized well. Volcanic ash into materials including natural Pozolan because it contains elements of silica (SiO2) and alumina (Al2O3) so as to reduce the usage amount of Portland cement in the concrete mix. While bantak is becoming waste rock material from the rest of the sand mining in rivers. Given these problems, the research on the manufacture of non-sand concrete with a mixture of cement, volcanic ash and bantak. The purpose of this study was to determine the effect of the use of volcanic ash as a cement substitute to the physical and technical properties of non-sand concrete and reduce the existing landfill after the eruption of the volcano with environmentally friendly materials. Specimens used are concrete cylinders with a diameter of 150 mm and height 300 mm for compressive strength testing, the beam with a length of 500 mm, width 150 mm and height of 150 mm, and permeability with the same size as the concrete cylinder, but using a mold with a plastic gutter height of 600 mm. Concrete compressive strength test results for the maximum variation of 35% volcanic ash is 13.696 MPa for 28 days, 14.266 age of 56 days, 40% volcanic ash variation is 12.253 MPa for 28 days, 12.759 MPa to 56 days of age. Beam flexural strength variation of volcanic ash 0%, 35%, and 40% respectively 1.561 MPa, 1.443 MPa and 1.225 MPa. Concrete permeability test results obtained volcanic ash variation of 0%, 35%, and 40% respectively of 2.57 x 10-6 cm/sec, 2.78 x 10-6 cm/sec, and 2.88 x 10-6 cm/sec . Results of non-sand concrete leaching of variation of 35% and 40% including water quality standard of group D.

Kata Kunci : abu vulkanik, bantak, ramah lingkungan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.