Laporkan Masalah

APLIKASI TEKNOLOGI ISOTOP ALAM UNTUK MENENTUKAN ASAL USUL AIRTANAH SEBAGAI STUDI AWAL PENCEMARAN AIRTANAH DI SEMARANG BARAT

ADITYA PRATAMA ARIFIN, Ir. Agus Budhie Wijatna, M.Si.

2014 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR

Semarang Barat merupakan salah satu kecamatan di Semarang yang mempunyai beberapa situs industri besar dan menengah. Semarang Barat juga berada di antara Kecamatan Tugu dan Kecamatan Genak dengan tingkat industri yang tergolong tinggi. Keberadaan situs industri untuk pemenuhan kebutuhan akan menimbulkan limbah yang dapat mencemari airtanah dangkal di sekitar Semarang Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asal usul airtanah di Semarang Barat sebagai studi awal untuk melihat tingkat pencemaran airtanah di Semarang Barat akibat situs industri. Penelitian ini memanfaatkan isotop stabil alam deuterium dan oksigen-18 untuk menentukan asal usul airtanah, sedangkan untuk mengetahui tingkat pencemaran akibat situs indusri, dilakukan analisis terhadap kadar Fe, kadar TSS, dan kadar sianida dalam sampel airtanah. Hasil analisis deuterium dan oksigen-18 menunjukkan airtanah di Semarang Barat berasal dari beberapa sumber yang berbeda yaitu dari airhujan lokal, aliran airtanah dari arah Selatan (daerah Manyaran), dan aliran airtanah dari arah Barat Daya (daerah Kembangarum). Terjadi peningkatan kadar Fe dari hulu ke hilir, kadar Fe meningkat dari ≤0,0011 mg/l menjadi 0,022 mg/l. Sedangkan untuk TSS, terjadi penurunan kadar TSS menurun dari 6,6 mg/l menjadi 3,7 mg/l. Kadar Fe dan TSS masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 8 mg/l dan 60 mg/l berturut-turut. Kadar sianida dari semua sampel masih berada di bawah ambang batas yaitu 0,07 mg/l.

West Semarang is one of the districts in city of Semarang which has several medium and large industrial sites. West Semarang is also located between District Genak and District Tugu which has high industrial level. Industrial sites, which were built in the term of fulfilling needs, will generate waste that could contaminate shallow groundwater around West Semarang. The purpose of this study was to determine the origin of groundwater in West Semarang as a preliminary study to see the degree of groundwater pollution in West Semarang due to industrial sites. This research utilizes natural stable isotopes deuterium and oxygen-18 to determine the origin of groundwater, whereas to determine the degree of groundwater pollution due to industrial sites, an analysis was conducted to determine Fe content, TSS content, and cyanide content on groundwater samples. It has been shown from deuterium and oxygen-18 analysis, that West Semarang groundwater came from various sources which are local rainfall, groundwater flow from South of West Semarang (region of Manyaran), and groundwater flow from Southwest of West Semarang (region of Kembangarum). There has been an increase in Fe content in the groundwater samples from higher ground to lower ground, Fe content increased from dari ≤0.0011 mg/l to 0.022 mg/l. As for TSS, TSS content has decreased from 6.6 mg/l to 3.7 mg/l. Fe and TSS content are still below the threshold set by the government which is 8 mg/l and 60 mg/l respectively. Cyanide content from all samples are below the threshold which is 0.07 mg/l.

Kata Kunci : Deuterium, Oksigen-18, airtanah, pH, Fe, TSS, Sianida.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.