Laporkan Masalah

MENENTUKAN POLA ALIRAN AIRTANAH KECAMATAN UNGARAN DENGAN APLIKASI TEKNOLOGI ISOTOP ALAM SEBAGAI STUDI AWAL PENCEMARAN AIRTANAH

FIKRI KURNIAWAN, Ir. Agus Budhie Wijatna, M. Si.

2014 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR

Kecamatan Ungaran terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Kecamatan Ungaran merupakan daerah industri, terdapat pabrik-pabrik yang beroperasi. Keadaan tersebut tentu mengurangi daerah resapan airtanah, banyaknya pabrik yang beroperasi juga akan menghasilkan limbah. Limbah dari hasil kegiatan industri terutama dari indutri tekstil merupakan zat yang berbahaya. Pengelolaan limbah pabrik tekstil yang tidak tepat akan menyebabkan pencemaran airtanah. Pencemaran tersebut ditandai oleh air yang berubah warna dan berbau. Hal tersebut tentu akan mengurangi kualitas dari airtanah, sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi. Pada penelitian ini dilakukan analisis deuterium (2H) dan oksigen-18 (18O) untuk menentukan genesis airtanah. Selanjutnya dilakukan analisis indikator awal pencemaran airtanah yang disebabkan oleh limbah pabrik tekstil. Indikator pencemaran yang digunakan adalah indikator pH, Total Suspended Solid, amoniak dan sulfida. Selanjutnya hasil analisis indikator pencemar dibandingkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012 Tentang Baku Mutu Air Limbah Hasil Industri, selanjutnya dapat diketahui ada tidaknya pencemaran yang disebabkan oleh limbah pabrik teksil. Hasil analisis menunjukkan air tanah yang memiliki genesis yang sama yaitu Sumur Langensari, Priangus dan Candirejo dengan rentang rasio δD (‰SMOW) sebesar -43,9±2,5 sampai dengan -43,0±1,2 dan rentang rasio δ18O (‰SMOW) sebesar -8,40±0,12 sampai dengan -7,78±0,08. Dan diketahui adanya peningkatan kandungan indikator sulfida pada sumur yang terletak di sekitar pabrik tekstil, dengan kadar di hulu, pada indikator sulfida sebesar 0,002 mg/l, untuk di bagian hilir dengan kandungan sulfida sebesar 0,078 mg/l, tetapi masih di bawah ambang batas, dan mungkin berasal dari limbah pabrik tekstil. Adanya sumur yang memiliki kandungan sulfida di atas ambang batas yaitu sebesar 0,326 mg/l yaitu pada sumur Berga

Sub district Ungaran is located in Semarang, Central Java. Sub district Ungaran is an industrial area, there are manufactories operating overthere. That situation would reduce groundwater recharge area, many manufactories will also produce waste. Waste from industrial activity results mainly from textile industries is a hazardous substance. Inappropriate waste management will have tendency to cause environmental pollution such as water pollution. The pollution marked by water colour change and smell. This will certainly reduce the quality of groundwater, so this research needs to be done to determine the level of contamination that occurred. During this research, analysis of deuterium (2H) and oxygen-18 (18O) was conducted to determine the groundwater genesis. The next step was initial indicator analysis of groundwater contamination by textile manufactories waste. The contamination indicator used pH, total suspended solid, ammnonia, sulfide. Then the result was being compared to Central Java Provincial Regulation No. 5 in 2012, about The Standard of Industrial Waste Water Quality, afterward the contamination caused by textile manufactories can be discovered. The result from the analysis showed that groundwater which is having a same genesis are Well of Langensari, Priangus, and Candirejo with the range of ratio δD (‰SMOW) in the amount of -4.9±2.5 until -43.0±1.2 and the range of ratio δ18O (‰SMOW) in the amount of -8.40±0,12 until -7.78±0.08. Therefore there is a discovery of increasing number of sulfide in the well located near the textile manufactories, on the upper levels, with the indicator of sulfide of 0.002 mg/l, for downstream with sulfide of 0.078 mg/l, but still below the limit allowance, and maybe come from the textile manufactories waste. The presence of wells that contain sulfides above the threshold is equal to 0.326 mg/l which is the well Bergas.

Kata Kunci : deuterium (2H), oksigen-18 (18O), pH, Total Suspended Solid, sulfida, amoniak.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.