Laporkan Masalah

SERAPAN NITROGEN PADI SAWAH KONVENSIONAL MELALUI PEMBERIAN PUPUK HIJAU DAN PUPUK KANDANG MENUJU SAWAH ORGANIK

DYAH AYU ANGGRAINI, Dr. Ir. Benito Heru Purwanto, MS., M.Agr. Sc.

2014 | Skripsi | ILMU TANAH

Perpindahan sistem dari konvensional ke organik pada tahun-tahun awal penerapan dapat menurunkan produktivitas padi. Oleh karena itu diperlukan pasokan jenis dan takaran pupuk organik yang sesuai untuk diterapkan. Sehingga penurunan produksi akibat penyediaan nutrisi yang lambat tersedia dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa alternatif jenis dan takaran pupuk organik terhadap serapan unsur hara nitrogen pada awal konversi sistem pertanian konvensional ke sistem pertanian organik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan padi sawah Sidorejo, Godean, Yogyakarta dan laboratorium Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta dengan menggunakan perlakuan pupuk Crotalaria juncea, pupuk kompos kotoran sapi, dan pupuk Azolla sp. masing-masing dengan takaran 2,5 ton/ha, 5 ton/ha, dan 10 ton/ha. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan dengan penambahan tanah tanpa perlakuan pada setiap blok. Perlakuan tidak meningkatkan C-organik, KPK, kandungan nitrogen tanah, produksi tanaman padi, dan serapan nitrogen tanah. Serapan hara tertinggi terdapat pada pemberian pupuk Crotalaria juncea dengan takaran 5 ton/ha namun hasilnya tidak berbeda jauh dengan perlakuan lain.

Conversion from conventional to organic systems in the early years of application may reduce the productivity of rice. Therefore we need the supply of type and dosage of organic fertilizer that suitable to applied. So the production decline due to slow supply of available nutrients can be resolved. This study was aims to determine the effect of several alternative types and dosage of organic fertilizer on nutrient uptake of nitrogen at the beginning of the conversion of conventional farming system to organic farming systems. This experiment was implemented at Sidorejo, Godean, Yogyakarta rice fields and laboratory of Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta by using fertilizer treatment Crotalaria juncea, cattle manure, and Azolla sp. each with a dosage of 2.5 tonnes ha-1, 5 tonnes ha-1, and 10 tonness ha- 1. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 treatment and 3 repetition with the addition of soil without treatment in each block. The treatment did not improve C-organic, Cationic Exchange Capacity, the nitrogen content of the soil, rice production, and soil nitrogen uptake. The highest nutrient uptake in application of Crotalaria juncea fertilizer with 5 tonnes ha-1 dosage but the result of this experiment are not significantly different from other treatments.

Kata Kunci : Azolla sp., Crotalaria juncea, kompos kotoran sapi, serapan N tanaman, tanah sawah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.