Laporkan Masalah

ANALISIS INTERAKSI GENOTIPA DAN LINGKUNGAN HASIL PUCUK SEMBILAN KLON HARAPAN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) SERI PGL

ANI PUSPITASARI, Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P.

2013 | Skripsi | PEMULIAAN TANAMAN

Klon anjuran yang ditanam di perkebunan teh Indonesia sudah banyak, namun keragaan suatu klon dapat berbeda di lokasi yang berbeda. Analisis untuk mengetahui adanya interaksi klon dengan lingkungan diperlukan agar didapat klon yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang klon harapan teh seri PGL yang memiliki potensi hasil dan stabilitas yang tinggi di berbagai lingkungan yang berbeda. Penelitian dilakukan di PT Pagilaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah dari bulan April 2013 – bulan Juni 2013 untuk data primer dan data tahun 2007 – 2012 dari Litbang PT Pagilaran untuk data sekunder. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RCBD (Random Complete Block Design) dengan tiga ulangan (blok), yang dilakukan di dua lokasi (Andongsili dan Kayulandak). Sembilan klon seri PGL digunakan dalam penelitian ini yaitu PGL 1, PGL 3, PGL 4, PGL 7, PGL 10, PGL 11, PGL 12, PGL 15, dan PGL 17. Parameter yang diamati adalah berat segar tanaman (g/m2/petik) untuk data primer dan berat segar tanaman (gram/plot/tahun) untuk data data sekunder. Data tambahan yang diperlukan berupa pengamatan karakteristik morfologi dan pengambilan data curah hujan. Hasil analisis data sekunder yang terdapat interaksi anatara klon dan lingkungan dilanjut dengan analisis stabilitas mengunakan analisis regresi metode Eberhart & Russell dan GGE Biplot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon yang mempunyai potensi hasil dan stabilitas tinggi berdasarkan metode Eberhart Russell dan GGE biplot di lokasi Andongsili adalah PGL 12, di lokasi Kayulandak adalah PGL 10 dan PGL 4 dan di sepuluh lingkungan (dua lokasi dan lima tahun produksi) adalah PGL 12, PGL 10, PGL 15 dan PGL 4. Klon yang beradaptasi baik di lingkungan menguntungkan dan spesifik lokasi (di Andongsili) adalah klon PGL 3.

There are planty of tea clones grown in Indonesian, but the response of a clone could be different in different locations. High yield and stable tea clones were needed by farmer and tea plantation industries. Stability analysis of promising clone was required before recommended as a new cultivar. This research aimed to identify superior tea clones of PGL series thus had a high yield and high stability in different environments. Research was done at Pagilaran plantation, Batang, Central of Java, since April 2013 up to June 2013 for primer data and data since 2007 up to 2012 from Research and Development Division Pagilaran plantation for secondary data. Research was done using RCBD (Random Complete Block Design) with three replications, it was applied in two locations (Andongsili and Kayulandak). Nine clones of PGL series were used in this research, they are PGL 1, PGL 3, PGL 4, PGL 7, PGL 10, PGL 11, PGL 12, PGL 15, and PGL 17. Parameters observed were shoot yield each clone (gram/m2/pick) for primer data and shoot yield (gram/plot/year) for secondary data. Additional data was morphological characteristics clones and rainfall. The result of secondary data which had genotype by environment interaction was analysed with Eberhart & Russell (1966) and GGE Biplot method. Based on the Eberhart & Russel and GGE Biplot analysis, the result showed that the clones which had high yield and stable in Andongsili was PGL 12, in Kayulandak were PGL 10 and PGL 4, and across ten environments (two location combined with five years tea production) were PGL 12, PGL 10, PGL 15 and PGL 4. Clones which showed well adapted in favorable environments and specific location (Andongsili) was clone PGL 3.

Kata Kunci : teh, hasil, stabilitas, Eberhart & Russell, dan GGE Biplot.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.