PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) STRAIN CANGKRINGAN PADA FASE PEMBESARAN
FARID IRVANI, Prof. Dr. Ir. Rustadi, M. Sc.
2014 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sintasan dan pertumbuhan nila merah (Oreochromis sp.) strain Cangkringan pada fase pembesaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola percobaan Rancangan Acak Lengkap 2 x 3 dengan dua ulangan. Penelitian dilakukan di Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Cangkringan selama 120 hari menggunakan benih berukuran 12 – 15 cm. Pemeliharaan di lakukan dalam bak beton dengan padat tebar 5 ekor/m3, 10 ekor/m3, dan 15 ekor/m3. Debit air 0,08 L/detik. Jenis pakan berupa pellet tenggelam dengan kandungan protein 30-32 % diberikan sebanyak 3 – 5 % biomassa/hari dengan frekuensi pemberian tiga kali sehari. Sampling dilakukan setiap dua minggu sekali sebanyak 20 % dari jumlah ikan untuk mengukur panjang dan berat serta pengamatan kualitas air, dan parameter biomassa meliputi berat total, jumlah ikan hidup di awal dan akhir penelitian. Data laju sintasan, konversi pakan, pertumbuhan panjang dan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, dan faktor kondisi dianalisis sidik ragam dengan tingkat kepercayaan 95 %, sedangkan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi padat tebar dengan jenis kelamin memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan nila merah strain Cangkringan. Namun tidak memberikan pengaruh terhadap laju sintasan nila merah strain cangkringan. Sintasan nila merah pada fase pembesaran berada pada kisaran 75 - 90 %. Nilai rerata pertumbuhan panjang dan berat mutlak berkisar 7,92 - 12 cm dan 148,76 – 284,66 gram. Laju pertumbuhan spesifik panjang dan berat berkisar 0,03 -0,05 %/hari dan 0,10 – 0,13 %/hari. Padat tebar dan jenis kelamin memberikan pengaruh terhadap sintasan dan pertumbuhan. Pada padat tebar 5 ekor/m3 menghasilkan sintasan dan pertumbuhan nila jantan lebih baik daripada nila betina
This research aim to know survival rate and growth red tilapia (Oreochromis sp.) Cangkringan strain at grow out phase. The research used eksperimental method with random designs 2 x 3, replicate two times. The research was conducted in Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Cangkringan for 120 days using the fry size of 12 –15 cm. The culture carried in pond (2x1x1 m) with stocking densities 5 fry/m3, 10 fry/m3, 15 fry/m3. Water debit 0,08 L/s. Floating feed which contains 30-32 % protein, were given 3 – 5 % of biomass/day at the rate of three times a day. Fish sampling was done every two weeks as much as 20 % of biomass to measure length and weight of the fish as well as water quality monitoring, and the biomass parameters were total weight, total fish at the beginning and the end of experiment. Data of survival rate, absolute length and weight, specific growth rate, food convention ratio were analyzed with analisys of variance at 95 % level of significant, and water quality was analized descriptively. This results showed that the combination of strain with sex in strain influence the growth of red tilapia Cangkringan strain, but not influence the survival rate. Survival rate of red tilapia at grow out phase ranged from 75 to 90%. Average value of absolute growth length and weight ranged from 7.92 to 12 cm and 148.76 – 284.66 grams. Specific growth rate of length and weight ranged from 0.03 to 0.05 %/day and 0.10 to 0.13 %/day. Densities, sex, influence survival rate and growth. At stocking densities 5 fry/m3 the survival rate and growth of male red tilapia are better than felame red tilapia.
Kata Kunci : nila merah, strain Cangkringan, laju sintasan, pertumbuhan.