PENGARUH PEMBERIAN VAKSIN Aeromonas hydrophila TERHADAP DAYA TAHAN LELE DUMBO (Clarias sp.) SETELAH PENGANGKUTAN
APRIZAL MUHAMMAD, Dr. Ir. Triyanto, M.Si.
2013 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANANTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian vaksin Aeromonas hydrophila terhadap daya tahan benih lele dumbo (Clarias sp.) setelah pengangkutan. Pengaruh vaksinasi setelah pengangkutan dilihat dari nilai titer antibodi, sintasan (Survival Rate), serta rerata waktu kematian (Mean Time of Death) yang dihasilkan. Selain itu, diamati juga pengaruh vaksinasi terhadap laju pertumbuhan spesifik. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Faktor perlakuan yang digunakan adalah faktor vaksinasi dan pengangkutan. Pemberian vaksin dilakukan dengan dua cara yaitu rendaman dan injeksi dengan dua perlakuan kontrol yaitu tanpa vaksinasi dan tanpa pengangkutan. Metode vaksinasi rendaman (P3) dilakukan selama 30 menit dengan kepadatan vaksin A. hydrophila 10 8 sel/ml. Vaksinasi injeksi (P4) dilakukan secara intraperitoneal dengan dosis 10 8 sel/ikan. Satu minggu setelah vaksinasi dilakukan booster dengan cara yang sama dan satu minggu setelahnya dilakukan pengangkutan. Titer antibodi diamati dari awal pemeliharaan hingga setelah pengangkutan. Sintasan dan rerata waktu kematian diamati setelah pengangkutan dalam pemeliharaan akhir yang dilakukan selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan vaksin A. hydrophila dapat mempertahankan titer antibodi ikan setelah pengangkutan (P<0,05) dengan nilai titer mencapai 2 4 sedangkan perlakuan kontrol hanya 2 1 . Pemberian vaksin juga dapat meningkatkan sintasan (P<0,05) setelah pengangkutan hingga 71,6% dibandingkan kontrol 36,8%. Selain itu, vaksinasi juga dapat menunda rerata waktu kematian ikan (P<0,05). Metode vaksinasi paling efektif adalah metode injeksi intraperitoneal dengan nilai titer mencapai 2 4 , sintasan 71,6%, dan rerata waktu kematian mencapai 150,15 jam. Pemberian vaksin diketahui tidak mempengaruhi laju pertumbuhan spesifik ikan.
The aims of this research was to determine the effect of Aeromonas hydrophila vaccines against immune system of African catfish (Clarias sp.) after transporting by measuring value of antibody titer, survival rate (SR), mean time of death (MTD), and specific growth. This research was conducted in four treatments and two replications with observed factors were vaccination and transportation. The vaccine was administered by immersion and intraperitoneal injection. Two controls were applied as unvaccinated and untransported. Immersion vaccination’s method (P3) was done by dipping the fish in suspension of vaccine in water at 10 8 cells/ml for thirty minutes. Injection vaccination (P4) was done by injecting vaccine at dose of 10 8 cells/fish intraperitoneally. The second vaccination (booster) was conducted after a week and tranporting performed one week later. Antibody titers were observed before and after vaccination, booster, and transporting. Observations of the survival rate, and the mean time of death were done for two weeks. The results showed that vaccines maintain the antibody titer after transporting (P<0,05), reach up 2 4 whereas the control treatment (non-vaccinated) were just 2 1 . Vaccination also increased the survival rate (P<0,05) after transporting until 71.6% compare to control 36.8%. The most effective methods was intraperitoneally injection with the antibody titer values reached 2 4 , survival rate reached 71.6%, and the mean time of death was until 150.15 hours. Vaccination also delayed the mean time of death of fishes (P<0,05). However, the vaccination was not affected on the fish growth rate.
Kata Kunci : Clarias sp., A. hydrophila, vaksinasi, pengangkutan ikan