ANALISIS KUALITAS DESAIN JARING PEMANTAU HORISONTAL CANDI BOROBUDUR UNTUK STUDI DEFORMASI (KALA PENGAMATAN 2011 DAN 2012)
HARDIAN ISKANDAR, Dwi Lestari, ST., M.E.
2014 | Skripsi | TEKNIK GEODESICandi Borobudur adalah bangunan yang memiliki nilai historis dan merupakan warisan budaya dunia. Candi ini berdiri di atas lapisan tanah dan dapat mengalami deformasi pada arah horisontal. Pemantauan deformasi horisontal dilakukan dengan perhitungan dan analisis terhadap data ukuran sudut dan jarak yang didapat dari pengukuran terhadap jaring pemantauan yang berbentuk poligon tertutup. Poligon tertutup ini terdiri dari beberapa titik pantau yang akan dilakukan analisis deformasi, sehingga selain dilakukan studi deformasi terhadap titik pantau yang ada diperlukan juga suatu analisis kualitas terhadap desain jaring poligon tertutup yang digunakan dalam studi deformasi horisontal. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan data pengukuran geodetik berupa jarak dan sudut horisontal pada dua kala pengamatan. Pengukuran kala pengamatan pertama dilakukan pada tanggal 5 Juli 2011, sedangkan pengukuran kala pengamatan kedua dilakukan pada tanggal 13 Juli 2012. Obyek yang diamat dan dikaji pergeserannya berupa titik-titik pantau berjumlah 8 titik pada kedua kala pengamatan. Titik-titik ini tersebar secara merata di halaman dan area sekitar candi. Pengolahan data dilakukan dengan hitung kuadrat terkecil metode parameter. Analisis kualitas desain jaring dilakukan dengan menganalisis elip kesalahan absolut pada masing-masing titik pantau, sedangkan analisis pergeseran horisontal dilakukan secara statistik dan numeris melalui uji pergeseran titik objek. Berdasarkan pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan, maka didapat suatu hasil dari analisis visual elip kesalahan absolut pada titik-titik pantau yang menunjukkan bahwa ketelitian alat saat pengukuran, jumlah titik referensi yang digunakan, dan juga bentuk geometri jaring pengukuran berpengaruh pada kualitas desain jaring terutama dalam hal tingkat kepresesiannya. Selain itu, pada analisis deformasi horisontal dengan menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95%, didapat suatu hasil bahwa terjadi pergeseran horisontal pada titik 2P3 sebesar 8,5 mm dengan arah barat daya.
Borobudur temple has a historical value and this is one of the world cultural heritage. This temple stands on on the soil and can be deformed in the horizontal direction . Horizontal deformation monitoring is done by performing the calculation and analysis of the data size of angle and distance measurements obtained from the monitoring of network in the form of a closed traverse. It is consist of several monitoring points will be analyzed deformation, so it also analysis the quality of the design of a closed traverse that used in the study of horizontal deformation. In practice, this study used geodetic measurements data such as distance and horizontal angle at two time observations . First measurement was made on July 5, 2011, while the second observation was made on July 13, 2012. Objects monitoring and studied were several monitoring points totaled 8 points in horizontal displacement monitoring. These points are evenly spread out in the yard and around the temple area. Data processing used the parameter least squares method. Analysis quality of web design used absolute error ellipse methode at each monitoring points, while horizontal displacement monitoring analysis used statistically and numerically through the test object point displacement. Based on the data processing and analysis, then the results obtained from visual analysis absolute error ellipse on the monitoring points showed that measurement accuracy, the number of reference points used, and geometric shapes of network effect on the measurement of the design network quality. In addition, the horizontal deformation analysis using a statistics confidence level of 95%, obtained a result there was a horizontal displacement at point 2P3 of 8,5 mm with soutwest direction.
Kata Kunci : -