DEMINERALISASI CANGKANG RAJUNGAN PADA PROSES PEMBUATAN KITIN DENGAN Lactobacillus acidophilus
AHSANATUNSYAHIDAWATI, Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL PERIKANANTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penurunan kandungan mineral cangkang rajungan (Portunus sp.) yang dihasilkan dari proses demineralisasi secara biologi. Proses demineralisasi biologi dilakukan dengan penambahan Lactobacillus acidophilus 10 ml pada sampel cangkang rajungan sebanyak 30 g dalam 100 ml medium dengan komposisi glukosa 6 g/100 ml dan ekstrak khamir 0,05 g/100 ml, kemudian difermentasi pada suhu 30 ± 1o C dengan agitasi 50 rpm. Perlakuan fermentasi yang digunakan adalah 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Kontrol negatif dilakukan sama seperti demineralisasi biologi namun tanpa penambahan L. acidophilus. Sebagai kontrol positif adalah demineralisasi secara kimia menggunakan HCl 1,5 N (1:12 b/v) pada suhu kamar selama 1 jam dengan agitasi 50 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan L. acidophilus dalam proses demineralisasi dengan waktu fermentasi 48 jam dengan perbandingan jumlah cangkang rajungan dan jumlah medium (1:3, b/v) belum mampu menghasilkan penurunan kandungan mineral cangkang rajungan yang optimal namun sudah mulai terlihat trend penurunannya dengan mengikuti persamaan y= -0,1489x + 38,603 dan r= 0,9983. Penurunan kadar abu yang terjadi selama fermentasi 48 jam berlangsung seiring dengan terjadinya penurunan pH medium karena adanya aktivitas pertumbuhan bakteri. Bakteri asam laktat menunjukkan pertumbuhan hingga fermentasi 12 jam kemudian pertumbuhannya konstan. Optimasi perbandingan jumlah medium dan cangkang serta waktu fermentasi perlu dilakukan agar pertumbuhan bakteri menjadi optimal dalam menghasilkan asam laktat sehingga pH semakin menurun dan proses demineralisasi menjadi optimal
The purpose of this research was to study the decrease of mineral content on crab shell (Portunus sp.) using biological demineralization process. Biological demineralization process was done by incubating Lactobacillus acidophilus 10 ml on crab shells 30 gr in 100 ml medium that consisted of glucose 6 g/100 ml and yeast extract 0,05 g/100 ml at 30 ± 1ºC with 50 rpm agitation for the period of 0, 12, 24, 36, and 48 hours. The negative control was done with the same method with biological demineralization but without the addition of L. acidophilus. Chemical demineralization using 1.5 N HCl (1:12 w/v) was used as a positive control. The results showed that using L. acidophilus in 48 hours demineralization fermentation with ratio between crab shell and medium was (1:3, w/v) has not signification result reduction crab shell’s mineral content but the decreased of mineral content showed decreasing trend followed y= -0,1489x + 38,603 and r= 0,9983. The decreased of ash content occurred because pH medium decreased. The decreased of pH medium caused by the growth of lactid acid bacteria. Lactid acid bacteria showed that growing up to 12 hours fermentation later showed constant growth. Optimation in fermentation time and ratio between quantity of medium of fermentation and crab shell was needed to be studied further, in order to get the optimum lactid acid bacteria growth so could result optimum lactid acid that decrease pH and demineralization could be optimum.
Kata Kunci : cangkang rajungan, Lactobacillus acidophilus, demineralisasi, fermentasi, mineral.