Laporkan Masalah

ANALISIS KURKUMIN DALAM EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa Linn.) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI INFRAMERAH DAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS

DEVI, Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt.

2014 | Skripsi | FARMASI

Kurkumin merupakan komponen utama dalam rimpang temulawak dan kunyit. Analisis kurkumin umumnya dilakukan dengan metode kromatografi yang cenderung memerlukan waktu dan biaya tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan analisis kurkumin dalam ekstrak etanol temulawak dan kunyit dengan metode spektrofotometri inframerah. Sampel temulawak dan kunyit diperoleh dari berbagai daerah di D.I.Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sampel diserbuk dan dimaserasi dengan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh dianalisis dengan spektrofotometer Fourier Transform Infrared (FTIR), sementara kandungan kurkumin dikuantifikasi dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) sebagai metode standar acuan. Data dari kedua metode tersebut diolah dengan kalibrasi multivariat Partial Least Square (PLS) untuk mengetahui tingkat korelasinya. Metode spektroskopi FTIR pada bilangan gelombang 1700-1000 cm-1 memberikan hasil yang memuaskan untuk menganalisis dan mengkuantifikasi kurkumin, serta menghasilkan spektra sidik jari untuk kedua ekstrak. Pengolahan data dengan PLS memberikan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,963 dan 0,961 untuk ekstrak temulawak dan kunyit. Nilai R2 yang tinggi menunjukkan bahwa pemodelan spektroskopi FTIR sudah sesuai dan mampu menganalisis kurkumin sebagaimana metode KLT.

-

Kata Kunci : Temulawak; Kunyit; Kurkumin; Spektra inframerah; Partial Least Square.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.