HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DENGAN STATUS TEKANAN DARAH PADA PASIEN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT PROF. SOEDOMO YOGYAKARTA
RIZKY NOORLETA PUTRI, drg. Bernadetta Esti Chrismawaty, M.Kes, M.D.Sc.
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGIKetakutan dan kecemasan terhadap perawatan dental merupakan masalah yang sering dialami banyak pasien dan dapat menjadi kendala perawatan. Kecemasan saat perawatan dapat meningkatkan aktivitas simpatetik, dan pada beberapa pasien dapat berdampak kedaruratan medis. Kecemasan hebat dapat berlanjut menjadi reaksi somatik, apabila mempengaruhi sistem peredaran darah maka dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol, terutama saat sedang menjalani perawatan dental dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang membahayakan pasien, seperti serangan jantung dan gangguan perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dental dengan tekanan darah pada pasien RSGM Prof. Soedomo Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling untuk mendapatkan 70 responden yang sesuai dengan perhitungan ukuran jumlah sampel. Tingkat kecemasan diukur dengan kuesioner mandiri Modified Dental Anxiety Scale (MDAS). Status tekanan darah pasien dicatat dalam 3 kelompok, yaitu tekanan darah rendah (hipotensi), tekanan darah normal (normotensi), dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Hub ungan antara kecemasan dental dengan tekanan darah dianalisa secara statistik melalui uji Kendall’s Tau. Hasil analisis uji Kendall’s Tau menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,005 (p<0,05) dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,334. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan dental berhubungan dengan status tekanan darah pada pasien datang di RSGM Prof. Soedomo Yogyakarta. Hubungan yang terjadi bersifat searah, yaitu dengan semakin tinggi tingkat kecemasan dental akan diikuti oleh peningkatan tekanan darah.
Fear and anxiety about dental treatment are common problem experienced by many patients and could be a barrier in treatment. Anxiety that arises when treatment could increase sympathetic activity, and in some patients may culminate in medical emergency. Severe anxiety may progress to somatic reactions, if it affects the circulatory system can enhance heart rate and blood pressure. Uncontrolled high blood pressure especially when undergoing dental treatment, may lead to complications that endanger patients, such heart attack and bleeding problems. This study aims to determine the correlation between dental anxiety on the blood pressure in outpatients of the Prof. Soedomo Dental Hospital. A cross-sectional analytical observations is used in this study. Sampling was conducted with a consecutive sampling method, to obtain 70 respondents in accordance with the calculation of sample size. Dental anxiety level measured by MDAS and blood pressure were measured and categorized into low blood pressure (hypotensive), normal blood pressure (normotens ive), and high blood pressure (hypertensive). The correlation of dental anxiety level on blood pressure is analyzed stastistically through Kendall’s Tau test. The result of Kendall’s Tau test analysis showed a significance of 0,005 (p<0,05) with a correlation coefficient (r) of 0,334. Based on the result, it can be concluded that the correlations between dental anxiety and blood pressure status in outpatients of Prof. Soedomo Dental Hospital in Yogyakarta is unidirectional, with the higher level of dental anxiety will be followed by an increase in blood pressure status.
Kata Kunci : Kecemasan, kecemasan dental, tekanan darah, MDAS.