PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK ETANOLIK DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) SEBAGAI BAHAN KUMUR TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans
HAPSARI AYU S., drg. Harsini, M.S.
2014 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGIStreptococcus mutans merupakan bakteri penyebab karies gigi dan terdapat di plak gigi. Pencegahan terjadinya pembentukan plak dapat dilakukan secara kimiawi dengan menggunakan obat kumur yang mengandung zat antibakteri. Daun jambu mete (Anacardium occidentale Linn) mengandung senyawa fenolik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun jambu mete sebagai bahan kumur terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan daun jambu mete yang diekstrak dengan cara maserasi. Pada media MHA sebanyak 4 buah cawan petri diswabkan suspensi bakteri S.mutans, kemudian dibuat 4 lubang sumuran dengan diameter 6 mm. Setiap lubang diisi ekstrak daun jambu mete sebanyak 50μL dengan konsentrasi masing-masing (5%,10%,20%, dan 40%). Kemudian, diinkubasi selama 24jam pada suhu 37ºC. Diameter zona hambat disekitar lubang sumuran diukur dengan menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,01mm. Data dianalisis menggunakan ANAVA satu jalur dan LSD0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya diameter zona hambat pertumbuhan S.mutans pada konsentrasi 5% sebesar 12,5±0,163mm, konsentrasi 10% sebesar 14,275±0,457mm, konsentrasi 20% sebesar 16,075±0,386mm, dan konsentrasi 40% sebesar 17,325±0,457mm. Hasil uji ANAVA satu jalur menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu mete berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri S.mutans (p<0,05). Hasil uji LSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada semua kelompok perlakuan (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah variasi konsentrasi ekstrak daun jambu mete sebagai bahan kumur berpengaruh terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri S.mutans.
Streptococcus mutans is a bacteria that cause tooth decay and available in dental plaque. The prevention of plaque forming can be performed chemically by using mouth rinsing containing antibacterial agent. Cashew leaves (Anacardium occidentale Linn) contains phenolic compounds which can inhibit bacterial growth. The purpose of this study was to find out the effect of extract cashew leaves as a mouth rinse towards the growth of Streptococcus mutans. This research used cashew leaves extracted using maseration method. In about four petri dish containing MHA media were being swabbed with the bacterial suspension of S.mutans and four wells were made in a diameter of 6mm. Each well was filled with 50μL of cashew leaves extract with a concentration of each grous (5%, 10%, 20% and 40%) then were being incubated for 24 hours in a temperature of 37ºC. The diameter of inhibition zone around the wells was measured using sliding caliper in 0,01 mm accuracy. Data were analyzed by one way ANOVA and LSD0,05. The result of this research showed there was a diameter of inhibition zone of S.mutans’ growth in a 5% concentration about 12,5±0,163mm, 10% concentration about 14,275±0,457mm, 20% concentration about 16,075±0,386mm, and 40% concentration about 17,325±0,457mm. The one way ANAVA showed that cashew leaves extraction had an effect in the bacterial growth of S.mutans (p<0,05). The LSD result showed there was a significant difference in all treatment groups (p<0,05). In conclusion, the variation in concentration of cashew leaves extraction as mouth rinsing material had an effect towards the bacterial growth of S.mutans.
Kata Kunci : ekstrak daun jambu mete, Streptococcus mutans.