Laporkan Masalah

PEMBUATAN PETA INTERAKTIF KAWASAN CAGAR BUDAYA KOTAGEDE MENGGUNAKAN PHP/MAPSCRIPT

MOCHAMAD REZA NOVARYANTO, Purnama Budi Santosa ST., M.App.Sc., Ph.D.

2013 | Skripsi | TEKNIK GEODESI

Kotagede merupakan bekas ibukota kerajaan Mataram Islam yang pertama. Sebagai bekas ibukota Kotagede mempunyai elemen-elemen dari suatu kerajaan islam kuno yaitu benteng, reruntuhan cepuri, singgasana Raja, masjid Gede, makam Raja dan kerabat, serta kampung-kampung tua. Kotagede juga memiliki rumahrumah dan bangunan dengan arsitektur Hindu, Islam, Jawa bahkan Belanda yang layak untuk dilestarikan. Namun banyak bangunan yang tidak terawat bahkan ada yang sudah hancur. Untuk itu suatu sistem dibuat oleh penulis, sistem yang dapat menampilkan benda cagar budaya dan wilayah kampung-kampung yang dapat digunakan sebagai alat inventaris untuk Balai Pelestarian Cagar Budaya. Data yang digunakan dalam proyek ini adalah data atribut dan data spasial. Data atribut diperoleh dari Balai Pelestarian Cagar Budaya dan buku referensi. Data Spasial diperoleh dari Balai Pelestarian Cagar Budaya, Badan Pertanahan Nasional, buku referensi, peta keadaan dahulu, dan kantor desa setempat. Data tersebut kemudian dijadikan satu dalam bentuk shapefile dan diekspor dalam bentuk basis data spasial. Bedasarkan basis data spasial ini kemudian dibuat sebuah peta dengan bahasa PHP/Mapscript dan ditampilkan menggunakan bahasa javascript HTML dan PHP. Hasil dari proyek ini adalah peta interaktif berbasis web yang dapat menampilkan wilayah kampung, letak benda cagar budaya, informasi kampung dan informasi benda cagar budaya. Peta interaktif dapat menampilkan foto dari benda cagar budaya sehingga informasi menjadi lebih menarik. Perubahan data dan script hanya bisa dilakukan oleh owner.

As the first capital of Islamic Mataram Kingdom, Kotagede has many elements of the past Islamic kingdom such as fortress, trench, King Palace, Gede’s mosque, King and family graveyard, and old “kampung”. Kotagede also has houses and buildings with Hindisch, Islamic, Javanese, and Dutch arsitecture that are valuable for conservation. However, many buildings haven’t maintained well even some buildings were broken. Because of that a system was developed by the writer, a system wich able to show object of cultural heritage’s information and area of “kampung”. The system can be used as inventory tool for “Balai Pelestarian Cagar Budaya”. There are two data of this project, the fisrt is attribute data and the second is spatial data. The attribute data was obtained from “Balai Pelestarian Cagar Budaya” and reference books. The spasial data was obtained from “Balai Pelestarian Cagar Budaya”, “Badan Pertanahan Nasional”, reference books, old situation maps, and local village office. The atribut data and spasial data was joined as a shapefile and was exported as spatial database. Based on Spatial database was made a map in PHP/Mapscript language and was displayed using javascript, HTML, and PHP language. The result of this project is a web-based interactive map that can display the area of “kampung”, location of object of cultural heritage, information of “kampung” and object of cultural heritage’s information. The interactive map can show the image of object of cultural heritage so the given information becomes more attractive. This project is an owner only data editing.

Kata Kunci : kawasan cagar budaya Kotagede, peta interaktif, PHP/Mapscript


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.