MAKNA PUISI “AS-SĪRATU AŻ-ŻĀTIYYATU LI SAYYĀFIN ‘ARABIYYIN†DALAM ANTOLOGI PUISI AL-QAṢĀ’IDU ASSIYĀSIYYATU KARYA NIZĀR QABBĀNIY: ANALISIS SEMIOTIK RIFFATERRE
IMAN FIRMANSYAH, Dra. Hindun, M.Hum
2014 | Skripsi | SASTRA ARABPuisi merupakan salah satu genre karya sastra yang mempunyai makna. Untuk memahami maknanya, puisi diteliti dengan menggunakan teori semiotik. Semiotik adalah model penelitian dengan memperhatikan tanda-tanda yang mengandung makna. Tanda-tanda tersebut dapat ditemukan lewat bahasa yang digunakan dalam karya sastra. Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai pemaknaan sebuah puisi Arab dengan memanfaatkan teori semiotik Riffaterre. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah puisi yang berjudul “as-SÄ«ratu aż-Å»Ätiyyatu li SayyÄfin ‘Arabiyyin†yang ditulis oleh penyair Syria bernama NizÄr QabbÄnÄ«y. Puisi ini menceritakan tentang penguasa berbangsa Arab yang diktator dan lalim kepada rakyatnya. Penguasa di dalam puisi ini merasa menjadi seorang penguasa yang gagah, tangguh, berwibawa, mulia, berparas menawan. Akan tetapi, penguasa tersebut selalu melakukan penindasan kepada rakyatnya. Ia merasa sangat berkuasa, bahkan ia menganggap dirinya adalah Tuhan dan menganggap bahwa orang lain adalah rendah dan hina. Selain itu, puisi ini menceritakan gambaran kehidupan penguasa tersebut yang begitu mewah dan penuh dengan kebahagiaan, berbanding terbalik dengan rakyatnya yang hidup di bawah tekanan dan penuh dengan penderitaan. Penguasa berbangsa Arab yang diktator dan lalim dalam puisi ini adalah merupakan kritikan Nizar terhadap para penguasa negaranegara Arab.
Poetry is kind of literature that has meaning of meaning. In order to understand it, poetry should researched by theory of semiotic. Semiotic is a research model which takes note of the symbols. These symbols was found from the language which used in the literature’s work. This thesis is a result of research about explaining poetry’s meaning of meaning which used Riffaterre’s semiotic theory. The data that used in this research is a poetry under the title as-SÄ«ratu aż-Å»Ätiyyatu li SayyÄfin ‘Arabiyyin, which is written by Syrian poet, NizÄr QabbÄniy. This poetry talks about the dictator and tyrannical Arabian king. The king of this poetry is feeling that he was a strong man, a powerfull man, a great man, has the authority, and has the good looking. But the king of this poetry is always does the cruels to his peoples, he is so ruling and he is saying that himself is god and other is so very weak. Beside it, this poetry talks about the life style of the king which is full of the luxurious and the happiness. It’s so different with the life style of his peoples which is full of the suffering. The dictator and tyrannical Arabian king in this poetry is a Nizar’s critic to all the kings of Arabic countries.
Kata Kunci : Puisi, makna, penguasa, kelaliman, Syria