PENGARUH DESINFEKSI DAN WAKTU PENYIMPANAN TELUR PADA SUHU 5°C TERHADAP JUMLAH BAKTERI PADA KERABANG
SALESTINA B RAGHA, drh. Dyah Ayu Widiasih, Ph.D.
2012 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANKeberadaan dan jumlah mikroorganisme pada kerabang atau kulit telur sangat menentukan kualitas telur. Telur ayam segar sangat jarang sekali mengandung mikroorganisme. Kontaminasi pada telur terjadi melalui pori-pori kerabang atau kulit telur, segera setelah telur dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desinfeksi dan waktu penyimpanan telur pada suhu 5°C terhadap jumlah bakteri pada kerabang. Adapun manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui periode penyimpanan telur yang aman pada suhu 5°C dan metode desinfeksi telur yang tepat dan efektif menekan laju pertumbuhan bakteri. Sampel yang digunakan adalah 165 butir telur ayam yang diperoleh langsung dari peternak. Sampel dibagi dalam 4 kelompok perlakuan desinfeksi yaitu fumigasi, Permanganat Kalicus (PK), asam cuka, deterjen dan 1 kelompok kontrol tanpa perlakuan desinfeksi. Tiga butir telur diambil secara acak dari masing-masing kelompok desinfeksi dan kontrol. Setelah diberi perlakuan desinfeksi, telur disimpan pada suhu 5°C selama 20 hari. Jumlah koloni bakteri dihitung menggunakan media Plate Count Agar (PCA) setelah 2 jam, 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari, 10 hari, 12 hari, 14 hari, 16 hari, 18 hari dan 20 hari pasca sanitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni bakteri antara perlakuan desinfeksi dan kontrol tidak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan (P>0,05), yang berarti tidak ada metode desinfeksi yang paling efektif menekan laju pertumbuhan bakteri. Periode penyimpanan telur pada suhu 5°C tanpa perlakuan desinfeksi yang paling baik adalah 4 hari karena selama periode waktu tersebut angka cemaran mikroba masih di bawah batas standar menurut Standar Nasional Indonesia (SNI).
The existence and number of microorganism on eggshell absolutely determines egg’s quality. A fresh egg of chicken infrequently contains microorganism. The contamination on egg is happened through eggshell pore, immediately after a chicken produced an egg. The purpose of this research is to know the effect of disinfection and the egg’s storage at 5°C for the number of bacteria in the eggshell. The using of this research is to know the egg’s safe storage period at 5°C of temperature and which appropriate and effective method of disinfection could reduce the rate of bacteria growth. This research used 165 fresh chicken eggs and divided into four groups disinfection treatment with fumigation, Permanganat Kalicus (PK), sour vinegar, detergent and one control group with no disinfection treatment. Randomly takes three eggs from each group of disinfection and control, after they get disinfection treatment, they are put on 5°C of temperature during 20 days. The totally number of bacteria are counted using Plate Count Agar (PCA) in 2 hours, 2 days, 4 days, 6 days, 8 days, 10 days, 12 days, 14 days, 16 days, 18 days, and 20 days after sanitation. The result of research show that the growth of bacteria not showing significant difference (P>0,05) between each disinfection treatment and control, it means there is no disinfection method that most effectively reduce the rate of bacteria growth. The better egg’s storage period at 5°C of temperature without disinfection method is 4 days, because during this period, the rate of microbe vilification is still under standard limitation according to Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kata Kunci : jumlah bakteri, desinfeksi, kerabang telur, suhu 5°C.