Laporkan Masalah

UPAYA PELESTARIAN BANGUNAN WARISAN BUDAYA DI KAMPUNG KAUMAN, KOTA YOGYAKARTA

CANDRA IRFANDITA ADIPUTRA, M. Sani Roychansyah, ST, M.Eng., D.Eng.

2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Perkembangan suatu kota sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek, salah satunya manusia yang mendiami di dalamnya. Dalam beberapa dekade ini, perkembangan suatu kota dirasa sangat pesat. Pesatnya perkembangan suatu kota membuat beberapa kawasan di dalam kota kehilangan identitasnya. Dalam perkembangannya, banyak kota ataupun kawasan yang sebelumnya memiliki citra yang khas semakin kehilangan daya tariknya karena adanya pembangunan yang tidak memperhatikan unsur sejarah di dalamnya. Untuk mempertahankan citra atau identitas dari kawasan tersebut maka diperlukan suatu manajemen konservasi bagi kawasan tersebut. Kampung Kauman menjadi salah satu kawasan penyangga pelestarian budaya bagi kawasan inti pelestarian budaya yaitu Kecamatan Kraton. Perkembangan Kota Yogyakarta yang mengalami perubahan yang cukup signifikan memberikan dampak pada perubahan bangunan – bangunan yang ada pada kampung di Kota Yogyakarta. Salah satu kampung kota yang mengalami perubahan tersebut adalah Kampung Kauman. Kampung Kauman sebagai salah satu kampung yang memiliki nilai historis menjadi salah satu kampung yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Kota Yogyakarta. Untuk menghindari dan mengatisipasi perubahan – perubahan yang ada di Kampung Kauman maka dilakukan upaya pelestarian bangunan warisan budaya yang ada di Kampung Kauman. Pelestarian bangunan warisan budaya memiliki tahapan – tahapan yaitu pemerintah melihat dengan identifikasi bangunan warisan budaya, yang kemudian dengan mengidentifikasi tersebut dapat dibuat suatu kebijakan pelestarian bangunan warisan budaya. Kebijakan pelestarian bangunan warisan budaya ini didasari dengan pengaturan tentang pelestarian bangunan warisan budaya yang telah dibuat oleh pemerintah, baik oleh pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah. Setelah membuat pengaturan dan kebijakan tentang pelestarian bangunan warisan budaya, kemudian dapat dijalankan proses pelestarian bangunan warisan budaya. Sedangkan dari masyarakat tahapan pelestrian bangunan warisan budaya dapat dimulai dari pemahaman tentang pelestarian bangunan warisan budaya dan kemudian mengidentifikasi proses pelestarian bangunan warisan budaya.

The development of a city heavily influenced by several aspects, one of which humans inhabit in it. In recent decades, the development of a city considered very fast. The rapid development of the city make some areas of the city lose identity. In its development, many cities or regions that previously had a distinctive image increasingly losing its appeal due to the construction that does not pay attention to the historical element in it. To maintain the image or identity of the region, we need a conservation management for the region. Kauman become one of the cultural preservation of buffer zones for the core area of the Kraton District cultural preservation. The development of the city of Yogyakarta is experiencing significant changes have an impact on changes in the buildings that is in the village in the city of Yogyakarta. One of the city's village are changing Kauman. Kauman as one of the village that have historical value to be one of the village that are of particular concern for the government of the city of Yogyakarta. To avoid and anticipate changes - changes in Kauman then made the effort to preserve the existing heritage buildings in Kauman. Preservation of cultural heritage buildings have stages that the government saw the identification of heritage buildings, which then can be made by identifying a cultural heritage building preservation policy. Preservation of cultural heritage buildings policy is based on the setting of the conservation of heritage buildings that have been made by the government, either by the central government or local government. After setting and policies on the preservation of cultural heritage buildings, and then be able to run the process of building cultural heritage preservation. While the stages of community building cultural heritage conservation can be started from an understanding of the preservation of cultural heritage buildings and then identify the preservation of cultural heritage buildings.

Kata Kunci : Bangunan Warisan Budaya, Pelestarian, Kampung Kauman, Upaya.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.