PENGARUH VARIASI TEKANAN KEMPA DAN JUMLAH PEREKAT TERHADAP SIFAT FISIKA - KIMIA BRIKET ARANG DARI KAYU SIKKAM (Bischofia javanica)
IBRAHIM SUAREZ, Dr. Ir. J. P. Gentur Sutapa, M.Sc.
2014 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL HUTANKepadatan jumlah penduduk yang semakin bertambah menyebabkan manusia membutuhkan energi yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun ketersediaan sumber energi saat ini semakin menurun dengan adanya intensitas pemakaian yang semakin meningkat. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah kayu sikkam (Bischofia javanica). Diperlukan informasi tentang pemanfaatan lain dari kayu sikkam untuk meningkatkan nilai ekonomi kayu sikkam, yaitu dengan memanfaatkan dan mengolah kayu sikkam menjadi salah satu sumber energi terbarukan berupa briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan kempa dan jumlah perekat briket arang kayu sikkam. Kayu sikkam diarangkan dengan menggunakan retort listrik pada suhu 400 °C selama tiga jam. Pencetakan briket arang dilakukan dengan kempa hidrolik. Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pola acak lengkap (Completely Randomized Design) dengan percobaan faktorial. Faktor yang digunakan terdiri dari 2 faktor yaitu persentase bahan baku perekat 5%, 6%, dan 7% dari berat arang atau dalam bentuk volume larutan perekat (20,88 ml, 25,05 ml, dan 29,23 ml) dan tekanan kempa (2.300 psi, 2.500 psi, dan 2.700 psi) dengan masing – masing perlakuan dilakukan lima kali ulangan. Pengujian kualitas briket arang kayu sikkam meliputi kadar air, berat jenis, nilai kalor, kadar abu, kadar zat mudah menguap, dan kadar karbon terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket arang yang dihasilkan memiliki kualitas parameter : kadar air 7,377 - 8,699%; berat jenis 0,563 - 0,638; nilai kalor 5.590 – 6.937 kal/g; kadar abu 2,259 - 2,927%; kadar zat mudah menguap 22,184% - 34,610%; kadar karbon terikat 54,444 - 66,724%. Briket arang terbaik dihasilkan dari kombinasi perlakuan tekanan kempa 2.700 psi dan jumlah perekat 25,05 ml dengan rata – rata kualitas parameter : kadar air 8,350%; berat jenis 0,633; nilai kalor 6.937 kal/g; kadar abu 2,259%; kadar zat mudah menguap 32,818%; kadar karbon terikat 56,304%. Karateristik briket arang yang telah memenuhi standar adalah kadar air (standar Jepang), nilai kalor (standar Jepang dan standar Amerika), kadar abu (standar Amerika), dan kadar karbon terikat (standar Jepang dan Amerika).
The increasing population density leads human being to use more energy in fulfilling their needs. Nevertheless, the availability of current energy resources decreases along with its increasing usage. Raw material that used ini this research is sikkam wood (Bischofia javanica). Information about other uses of sikkam wood is needed to increase the economic value of sikkam wood, by utilizing and process the sikkam wood to be one of the resources of renewable energy in the form of charcoal briquette. This research aim to investigate the effects of load pressure and amount of adhesive in charcoal briquettes made from sikkam wood. Sikkam wood was carbonized using electric retort at the temperature of 400° C for three hours. The charcoal briquette pressing was done using hydraulic clamp. Model of the experimental design used in this research was completely randomized design with factorial experiments. Two treatment factors were employed in this research including percentage of adhesive raw materials 5%, 6%, and 7% from the weight of charcoal or in the form of adhesive solvent volume (20.88 ml, 25.05 ml, and 29.23 ml) and the load pressure (2300 psi, 2500 psi, and 2700 psi) in which each treatment was repeated five times. The quality testing of charcoal briquette made from sikkam wood included moisture content, specific gravity, calorific value, ash content, volatile matter content, and fixed carbon. The results showed that the quality parameters of charcoal briquette made from sikkam wood were as follows: the moisture content of 7.377 - 8.699%; spesific gravity of 0.563 – 0.638; calorific value of 5590 – 6937 cal/g; ash content of 2.259 - 2.927%; volatile matter of 22.184 - 34.610%; and fixed carbon of 54.444 - 66.724%. The best quality of charcoal briquette was produced from the combination of a load pressure of 2700 psi and an amount of adhesive of 25.05 ml with the average quality parameter as follows: moisture content of 8.350%; spesific gravity of 0.633; calorific of 6937 cal/gram value; ash content of 2.259%; volatile matter of 32.818%; and fixed carbon of 56.304%. The quality parameters of charcoal briquette that complied with the standard included moisture content (Japanese standard), calorific value (Japanese and American standard), ash content (American standard), and fixed carbon (Japanese and American standard).
Kata Kunci : kayu sikkam, briket arang, tekanan kempa, jumlah perekat, nilai kalor