Laporkan Masalah

STATUS KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK TUNA NETRA DI YAYASAN YAKETUNIS YOGYAKARTA

MARIA OLIVIA SANDRA, drg. Sri Widiati, MPH.

2014 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Keterbatasan indera penglihatan menyebabkan munculnya hambatan dalam praktik oral hygiene. Anak tuna netra berisiko mempunyai status kesehatan gigi dan mulut yang lebih buruk dibandingkan anak dengan penglihatan normal. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan status kesehatan gigi dan mulut antara anak tuna netra total, low vision, dan penglihatan normal. Jenis penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Subjek merupakan 90 anak usia 12-22 tahun (30 tuna netra total, 30 low vision, dan 30 penglihatan normal). Pengambilan subjek dilakukan dengan sampel jenuh dan random sederhana sesuai kriteria inklusi. Status kesehatan gigi dan mulut yang diteliti adalah status kebersihan gigi dan mulut (OHI-S), status karies gigi (DMFT), dan status gingivitis (GI). Data dianalisis menggunakan ANACOVA. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan status kebersihan gigi dan mulut antara kelompok tuna netra total dengan low vision (p=0,002), tuna netra total dengan penglihatan normal (p=0,001), dan low vision dengan penglihatan normal (p=0,001). Ada perbedaan status karies gigi antara kelompok tuna netra total dengan low vision (p=0,027) dan tuna netra total dengan penglihatan normal (p=0,004). Tidak ada perbedaan status karies gigi antara kelompok low vision dengan penglihatan normal (p=0,485). Ada perbedaan status gingivitis antara kelompok tuna netra total dengan low vision (p=0,002), tuna netra total dengan penglihatan normal (p=0,001), dan low vision dengan penglihatan normal (p=0,007). Kesimpulan penelitian adalah status kebersihan gigi dan mulut dan status gingivitis paling buruk pada kelompok anak tuna netra total, sedangkan paling baik pada anak dengan penglihatan normal. Rerata karies gigi paling buruk pada kelompok anak tuna netra total, sedangkan paling baik pada anak dengan penglihatan normal.

Visual impairment leads to an obstacle in the practice of oral hygiene. Children with visual impairment have a worse oral health status compared with sighted children in general. The aim of this study was to find out the difference of oral hygiene status in total blind, low vision, and sighted children. This study used a cross sectional design.??Subjects were 90 children aged 12- 22 years old (30 total blinds, 30 low visions, and 30 sighted). Sampling was performed by total sampling and simple random sampling according to inclusion criteria. Oral health status examined were oral hygiene status (OHI-S), caries status (DMFT), and gingivitis status (GI). Data was analyzed using ANACOVA test. The result of the study showed there was a difference of oral hygiene status between total blinds with low visions (p=0,002), total blinds with sighted (p=0,001), and low visions with sighted (p=0,001). There was a difference of caries status between total blinds with low visions (p=0,027) and total blinds with sighted (0,004). There was no difference of caries status between low visions with sighted (p=0,485). There was a difference of gingival status between total blinds with low visions (p=0,002), total blinds with sighted (p=0,001), low visions with sighted (p=0,007). In conclusion, total blind children had the worst oral hygiene status and gingival status meanwhile sighted had the best one. The best caries mean was in sighted children meanwhile the worst one was in blinds.

Kata Kunci : tuna netra total, low vision, penglihatan normal, status kebersihan gigi dan mulut, status karies gigi, status gingivitis.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.