TINGKAT KOMPAKSI KAWASAN PONDOK PESANTREN DI KABUPATEN JOMBANG
RENINDYA AZIZZA K., M. Sani Roychansyah, ST., M.Eng., D.Eng
2014 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAPondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia yang keberadaannya tetap eksis hingga saat ini. Dalam perkembangannya, pondok pesantren ternyata mampu mengatur dan mengendalikan permukiman di sekitarnya menjadi suatu kawasan yang terintegrasi. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat konsep kompak di pondok pesantren. Kabupaten Jombang termasuk salah satu kabupaten yang dijuluki sebagai Kota Santri. Penelitian ini mengambil 3 lokasi pondok pesantren di Kabupaten Jombang, yaitu Bahrul Ulum, Tebuireng, dan Darul Ulum. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur tingkat kompaksi kawasan pondok pesantren di Kabupaten Jombang dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deduktif kuantitatifkualitatif. Pada awalnya akan dilakukan pengukuran. Pengukuran ini menggunakan 5 atribut kompak yang sudah diekstraksi dari berbagai teori. 5 atribut kompak ini kemudian diturunkan menjadi 22 variabel operasional. Metode pengukuran yang digunakan yaitu statistik deskriptif. Setelah tingkat kompaksi diukur, maka dilanjutkan dengan analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kawasan pondok pesantren secara sengaja menerapkan prinsip-prinsip kompak meskipun dengan istilah yang berbeda yaitu kemandirian kawasan. Tingkat kompaksi kawasan pondok pesantren paling tinggi adalah Kawasan Pondok Pesantren Tebuireng dengan nilai 70,49%. Kedua yaitu Kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum dengan nilai 66,87%. Ketiga adalah Kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dengan nilai 62,61%. Dengan demikian setiap kawasan pondok pesantren memiliki tipologi tingkat kompaksi yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor berdasarkan hasil pengukuran tingkat kompaksi, faktor internal kawasan, dan faktor eksternal kawasan.
Islamic boarding school is the oldest kind of islamic education institution in Indonesia that still presence until this day. In its development, islamic boarding school is able to regulate and control it surrounding settlements into an integrated district. This suggests that there is a concept of compact in islamic boarding school. There are many islamic boarding school in Kabupaten Jombang, that it gains a name as “Kota Santri’ or “Islamic Student Cityâ€. This research took 3 locations of islamic boarding school in Jombang which are Bahrul Ulum, Tebuireng, and Darul Ulum. The aim of this research is to measure the level of compactness of islamic boarding school in Kabupaten Jombang and then find the factors that influence it. This research uses a quantitative – qualitative - deductive approach. At first it will measure the level of compactness of each islamic boarding school. The measurement uses 5 attributes of a compact that extracted from several of theories. And then 5 compact attributes would be derived to 22 operational variables by using descriptive statistics. After level of compactness were measured, qualitative analysis will performed. Based on the results of research, it revealed that the islamic boarding school district intentionally apply the principles of compact however it apply in a different terms, namely the district independence. The highest level of compactness is in Tebuireng Islamic Boarding School, with 70.49 % level of compactness. The second is Darul Ulum Islamic Boarding School with 66.87 % level of compactness. The third is Bahrul Ulum Islamic Boarding School, with 62.61 % level of compactness. Thus, each islamic boarding school has different level of compactness typology. It is influenced by the factor is based on the measurement results which are internal factors and external factors.
Kata Kunci : kompak, pondok pesantren, tingkat kompaksi