Pertumbuhan dan hasil tumpangsari nilam dan jagung pada berbagai jarak tanam nilam dan dosis pupuk NPK
AMANA, Nova Zuhria, Prof.Dr.Ir. Tohari, MSc
2001 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Agronomi Fakultas Pertanian UGM pada bulan oktober 1999 sampai April 2000, bertujuan untuk menentukan jarak tanam nilam dan iosis pupuk NPK optimum bagi pertumbuhan dan hasil turnpangsari nilam dan jagung. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan perlakuan Split-Split Plot 2x3~3y ang diatur menurut Rancangan Lingkungan Acak Lengkap Berblok dengan 3 ulangan. Petak utama adalah sistem pertanaman yang terdiri dari monokultur dan tumpangsari. Anak petak pertama adalah jarak tanam nilam yang terdiri dari 3 aras yaitu 100 cm x 100 cm, 100 cm x 75 cm, dan 100 cm x 50 cm. Anak petak kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 aras yaitu tanpa pupuk NPK, setengah dosis NPK setara dengan 225 kg Ureaha, 140 kg TSPha, 115 kg KCl/ha dan dosis NPK utuh setara dengan 450 kg Ureaha, 280 kg TSP/ha, 230 kg KCl/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpangsari nilam dan jagung menurunkan hasil minyak nilam dan meningkatkan hasil jagung pipilan, namun lebih efisien dalam penggunaan lahan dan waktu dibandingkan apabila nilam maupun jagung ditanam secara monokultur. Tumpangsari nilam dan jagung pada jarak tanam nilam 100 cm x 100 cm dan dosis pupuk setara 450 kg Urea/ha, 280 kg TSPha, 230 kg KCl/ha menghasilkan minyak nilam 72,54 kgha, jagung pipilan 4,03 ton/ha dan nilai nisbah kesetaraan lahan dan waktu sebesar 1,39.
The research was conducted at the experimental field of Agronomy, faculty of agriculture, Gadjah Ma& University on October 1999 to April 2000. The aim of the reseiuch was to get the optimum of the cropping system, plant spacing of nilam and NPK dosage for the growth and yield of nilam and maize. The research was done and arranged with Split-Split Plot 2x3~3in a Randomized Complete Block Design with three replications. The main plot was cropping system consisted of intercropping and monoculture. The sub plot was plant spacing of nilam consisted of three levels, i.e. 100 cm x 100 cm, 100 cm x 75 cm, and 100 cm x 50 cm. The sub - sub plot is NPK dosage consisted of three levels, i.e. whitout NPK, a half NPK dosage (225 kg Ureaha, 140 kg TSPka, 115 KCl/ha), and a complete NPK dosage (450 kg Ureaha, 280 kg TSPka, 230 kg KClka). The results of this research showed that the intercropping of nilam and maize reduced patchouli oil and increased seed yield of maize, but it was more relative efficient to monoculture for land and time under no NPK fertility conditions. The intercropping nilam and maize could be applied on 100 cm x 100 cm plant spacing of nilam whit a complete NPK dosage (450 kg Ureaha, 280 kg TSP/ha, 230 kg K C h ) which produced 72,14 kg/ha patchouli oil and 4,03 tonha seed yield of maize and area time equivalency ratio 1,39.
Kata Kunci : Tumpangsari Jagung,Nilam,Pertumbuhan, Nilam, patchouli oil, intercropping, plant spacing, and NPK fertilizer