Pengaruh naungan dan inokulin mikoriza terhadap pertumbuhan bibit kakao pada tanah podsolik merah kuning dan andosol
SYAMSIAR, Dr.Ir. Djoko Muljanto, M.Sc
2001 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian bertujuan untuk mempelajari kombinasi pengaruh naungan dan inokulasi mikoriza terhadap pertumbuhan bibit kakao pada tanah Podsolik Merahkuning dan Andosol, yang dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, dan di lahan petani Dusun Pugung Lor Kelurahan Sinduadi Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan pola faktorial yang terdiri atas 3 faktor dalam rancangan petak-petak terbagi dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama adalah tingkat naungan, yang terdiri atas tanpa naungan; naungan 25; 50 dan 75 %. Faktor kedua adalah jenis tanah, yang terdiri atas tanah podsolik merah-kuning dan andosol. Faktor ketiga adalah inokulasi mikoriza, yang terdiri atas tanpa inokulasi mikoriza; inokulasi mikoriza Gigusporu murguritu dan Glomus munihotis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara ketiga faktor tidak berpengaruh nyata. Interaksi terjadi antara naungan dan jenis tanah serta naungan dan inokulasi mikoriza, sedangkan faktor tunggal masing-masing perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap semua pengamatan. Interaksi naungan dan tanah tejadi pada pengamatan diameter batang, berat kering akar, volume akar, nisbah tajuk akar, laju pertumbuhan nisbi (LPN), dan serapan P. Interaksi naungan dan mikoriza terjadi pada parameter tinggi tanaman dan luas daun khas (LDK). Tingkat naungan 25% pada tanah andosol yang diinokulasi mikoriza Glomus munihotis, merupakan kombinasi terbaik untuk pembibitan kakao.
A research of the shading effect and mycorrhyza inoculations on the growing of cacao seeding on the Red-yellow Podzolic soil and Andosol has been conducted in Microbiology laboratory of Agriculture Faculty, Gadj ah Mada University, and a field experiment in Pogung, subdistrict of Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. The research aims to know the best combination that can increase the quality of the cacao seedling. The research was conducted in factorial pattern which consisted of 3 factors, and arranged in Split-plit plot design with 3 replications. The first factor, was the shading level that consisted of no shading, shading in 25; 50 and 75 %. The second factor was the type of soils (red-yellow podzolic soil and andosol), The third factor was the mycorrhyza inoculations (no-mycorrhyza inoculation, mycorrhyza inoculation of Gigusporu murguritu and GIomus munihotis). Results of these research showed that the interaction between three factors were obviously affected. Interaction occurred between shading and soil type and also shading and mycorrhyza inoculation, meanwhile a single factor in each treatment was obviously influenced clearly to all of obserations. The interaction between shading and soil occurred in observation of stem diameter, root dryweight, root volume, root shoot ratio, relative growth rate (RGR), and P absorption. Interaction shading and mycorrhyza occurred in high parameter of the plant and specific leaf weight (SLW). The 25 percentage shading level on the andosol soil which inoculated mycorrhyza Glomus munikotis showed the best combination of the growth of cacao seedling.
Kata Kunci : Tanaman Kakao,Pertumbuhan Bibit,Inokulan Mikoriza, Shading, Mycorrhyza, Cacao seedling, Red-yellow Podzolic soil, Andosol