Laporkan Masalah

PERBEDAAN DAYA ANTIBAKTERI LARUTAN IRIGASI KLORHEKSIDIN 2% DAN BERBAGAI KONSENTRASI SODIUM HIPOKLORIT KOMBINASI OMEPRAZOLE 8,5% TERHADAP Enterococcus Faecalis

LISNA MIRNA KUNTARI, drg. Wigyo Hadriyanto, M.S., Sp.KG(K)

2013 | Tesis | S2 Ilmu Konservasi Gigi

Keberhasilan perawatan saluran akar tergantung pada eliminasi bakteri. Klorheksidin dan sodium hipoklorit (NaOCl) efektif melawan Enterococcus faecalis. Penambahan Omeprazole yang merupakan salah satu proton-pump inhibitor pada NaOCl terbukti meningkatkan daya antibakteri terhadap Enterococcus faecalis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan daya antibakteri klorheksidin 2% dan berbagai konsentrasi NaOCl kombinasi Omeprazole 8,5% terhadapEnterococcus Faecalis. Suspensi Enterococcus faecalis dibuat dengan konsentrasi 108 CFU/ml kemudian dibiakkan dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Lima Cawan petri yang berisi MHA masing-masing dibuat 6 sumuran berdiameter 6mm dan kedalaman 3mm. Lima sumuran dari setiap cawan petri diisi dengan perlakuan dan satu sumuran disi akuades sebagai kontrol negatif, volume larutan yang diteteskan sebanyak 50μl. Lima kelompok perlakuan tersebut adalah klorheksidin 2%, NaOCl 0,5%, NaOCl 2,5%, NaOCl 5,25% kombinasi Omeprazole 8,5% dan Omeprazole 8,5% sebagai kontrol positif. Media tersebut kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oc. Zona hambatan yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,02 mm. Data dianalisis dengan uji ANAVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian di uji dengan Uji ANAVA satu jalur dan dilanjutkan dengan LSD menunjukkan bahwa adanya perbedaan daya antibakteri yang signifikan (p<0,05). Pada penelitian ini disimpulkan bahwa penambahan Omeprazole 8,5% pada NaOCl 5,25% menunjukkan daya antibakteri terhadap Enterococcus faecalis yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan klorheksidin 2%, tetapi tidak pada konsentrasi NaOCl yang lebih rendah.

Keberhasilan perawatan saluran akar tergantung pada eliminasi bakteri. Klorheksidin dan sodium hipoklorit (NaOCl) efektif melawan Enterococcus faecalis. Penambahan Omeprazole yang merupakan salah satu proton-pump inhibitor pada NaOCl terbukti meningkatkan daya antibakteri terhadap Enterococcus faecalis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan daya antibakteri klorheksidin 2% dan berbagai konsentrasi NaOCl kombinasi Omeprazole 8,5% terhadapEnterococcus Faecalis. Suspensi Enterococcus faecalis dibuat dengan konsentrasi 108 CFU/ml kemudian dibiakkan dalam media Mueller Hinton Agar (MHA). Lima Cawan petri yang berisi MHA masing-masing dibuat 6 sumuran berdiameter 6mm dan kedalaman 3mm. Lima sumuran dari setiap cawan petri diisi dengan perlakuan dan satu sumuran disi akuades sebagai kontrol negatif, volume larutan yang diteteskan sebanyak 50μl. Lima kelompok perlakuan tersebut adalah klorheksidin 2%, NaOCl 0,5%, NaOCl 2,5%, NaOCl 5,25% kombinasi Omeprazole 8,5% dan Omeprazole 8,5% sebagai kontrol positif. Media tersebut kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oc. Zona hambatan yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,02 mm. Data dianalisis dengan uji ANAVA satu jalur dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian di uji dengan Uji ANAVA satu jalur dan dilanjutkan dengan LSD menunjukkan bahwa adanya perbedaan daya antibakteri yang signifikan (p<0,05). Pada penelitian ini disimpulkan bahwa penambahan Omeprazole 8,5% pada NaOCl 5,25% menunjukkan daya antibakteri terhadap Enterococcus faecalis yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan klorheksidin 2%, tetapi tidak pada konsentrasi NaOCl yang lebih rendah.

Kata Kunci : Klorheksidin, sodium hipoklorit, Omeprazole, daya antibakteri, Enterococcus faecalis; Klorheksidin, sodium hipoklorit, Omeprazole, daya antibakteri, Enterococcus faecalis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.