SINTESIS KOMPOSIT POLIMER KARBOKSIMETIL SELULOSA-g- POLI(ASAM AKRILAT)/LEMPUNG SEBAGAI SUPERABSORBEN AIR DALAM BERBAGAI KONDISI KEASAMAN DAN SALINITAS MEDIUM PENGEMBANGAN
RYAN ADITYA ARDHI, Prof. Dr. Sri Juari Santosa, M.Eng
2014 | Skripsi | KIMIAmenggunakan bahan dasar asam akrilat, karboksimetil selulosa (CMC), dan lempung sisa pencucian bentonit. Superabsorben disintesis melalui Komposit polimer superabsorben yang merupakan material yang dapat menyerap air dalam jumlah sangat besar serta mampu menyimpan dan menahannya dalam jangka waktu tertentu telah disintesis dalam penelitian ini dengan reaksi polimerisasi, dengan amonium persulfat sebagai inisiator, N,N’-metilena bisakrilamida sebagai agen pentaut silang, dan natrium hidroksida sebagai penetral gugus akrilat. Berat total CMC dan lempung dibuat konstan 2 g, dengan variasi perbandingan beratnya 2,0:0; 1,5:0,5; 1,0:1,0; dan 0,5:1,5. Superabsorben karboksimetil selulosa-g-poli(asam akrilat)/lempung yang disintesis memiliki kapasitas pengembangan paling tinggi pada komposisi CMC:lempung 1,0:1,0, yaitu 785,00 g air per g superabsorben, dengan waktu retensi air selama 40 hari. Faktor yang mempengaruhi penyerapan air dalam penelitian ini adalah keasaman dan adanya kation garam dalam medium pengembangan. Kapasitas pengembangan tertinggi diperoleh pada rentang pH menengah dan semakin menurun ketika medium pengembangan semakin asam maupun basa. Kapasitas pengembangan juga semakin menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi kation garam dalam medium pengembangan. Pada konsentrasi kation K + dan Ca 2+ yang sama, kapasitas pengembangan pada medium yang mengandung CaCl2 senantiasa lebih rendah daripada medium yang mengandung KCl.
Superabsorbent polymer composite as material having capability to absorb and retain a large amount of water has been synthesized by using acrylic acid, carboxymethyl cellulose (CMC), and clay obtained from the residue of bentonite washing as raw materials. The synthesis was done through polymerization with ammonium persulphate as initiator, N,N’-methylene bisacrylamide as crosslinker, and sodium hydroxide as acrylic group neutralizer. The total weight of CMC and clay was set to 2.0 g with weight variations of CMC to clay were 2.0:0; 1.5:0.5; 1.0:1.0; and 0.5:1.5. The synthesized carboxymethyl cellulose-g-poly(acrylic acid)/clay superabsorbent with CMC:clay composition 1:1 was found to have highest swelling capacity, i.e, 785.00 g water per g superabsorbent and retention time for 40 days. Acidity and the presence of salt cations in swelling media were found as factors that affect the water absorption of superabsorbent. The highest swelling capacity was found to be in the middle pH range and decreased when the swelling media’s acidities were outside those range. The swelling capacity was also found to decrease by increasing the concentration of salt cations in the swelling media. In the same K + and Ca 2+ concentrations, swelling capacity from media containing CaCl2 was consistently lower than that from media containing KCl.
Kata Kunci : asam akrilat, karboksimetil selulosa, lempung, superabsorben