Laporkan Masalah

Pengaruh frekuensi pemberian pupuk daun dan konsentrasi atonik pada berbagai tingkat intensitas naungan terhadap pertumbuhan bibit tanaman vanili

SHOFIYANI, Anis, Dr.Ir. Djoko Muljanto, M.Sc

2001 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian "Pengaruh Frekuensi Pemberian Pupuk Daun dan Konsentrasi Atonik Pada Berbagai Tingkat Intensitas Naungan Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Vanili " bertujuan untuk mengetahui pengaruh naungan terhadap perubahan iklim mikro lingkungan sekitar pertanaman dan mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan naungan, frekuensi pemberian pupuk daun dan konsentrasi atonik terhadap pertumbuhan bibit tanaman vanili selama aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan November 2000. Rancangan Split-split plot digunakan untuk mengatur perlakuan dengan 3 ulangan. Sebagai petak utama adalah intensitas naungan yang terdiri atas 3 aras, yaitu: intensitas naungan 50% (N,), 60% (N2) dan 75%(N3). Sebagai anak petak adalah frekuensi pemberian pupuk daun yang terdiri atas 3 aras, yaitu : frekuensi pemupukan 2 hari (FI), frekuensi pemupukan 4 hari (Fz), dan frekuensi pemupukan 6 hari (F3). Sebagai anak-anak petak adalah konsentrasi atonik yang terdiri atas 2 aras, yaitu : 100 ppm (A,) dan 200 ppm (Az), dan ditambah satu perlakuan kontrol, sehingga terdapat 19 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan intensitas naungan 50% dan 60 YO,fr ekuensi pemberian pupuk daun 2 hari dan 4 hari, serta konsentrasi atonik 100 ppm berpengaruh nyata meningkatkan diameter batang, jumlah daun, jumlah akar, berat segar tanaman, berat kering tanaman, has daun total, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan relatif, laju pertumbuhan tanaman, serta kandungan unsur hara N,P, dan K jaringan tanaman. Antara ketiga faktor perlakuan terjadi interaksi. Kematian bibit akibat jamur Fusarrunz tidak terjadi, persentase kematian bibit banyak diakibatkan oleh faktor lingkungan

This research is intended to elaborate the effect of shading toward microclimatic conditions and its combination with foliar fertilizer application frequency and AtonikR' concentration on vanilla seedling growth during acclimatization. It was conducted from June to November 2000. The trial was aranged in split-split plot design, and three replications. Main plots consisted of three levels of shading degrees : 50%, 60%, and 75%. Three levels of fertilizing frequencies,i.e. two, four, and six days intervals, were randomly allocated within each main plot as sub plots. Subsequently, two levels of Atonik'B, 100 ppm and 200 ppm were placed within sub-sub plots. A control treatment was also added. Results showed that the combination of 50 and 60% shading, 2 and 4 days interval of foliar feriilizer application and 100 ppm Atonik"' could raise significantly the stem diameter, number of leaves, number of roots, fresh weight, dry weight, total leaf area, net assimilation rate, relative growth rate, crop growth rate, and N,P, and K content in plant tissue . It was evidenced that the three factors examined effect were interacted. Death of seedlings happened due to microclimatic elements and none could be attributed to Fusuriunz.

Kata Kunci : Tanaman Vanili,Pertumbuhan Bibit,Pupuk Daun dan Atonik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.